Jumat, 25 Juni 2010

Cara Service Hardisk

Cara Memperbaiki Hardisk

Secara awam mungkin sulit untuk memperbaikinya, tetapi secara teknis harddisk yang rusak bisa diperbaiki, tergantung level kerusakannya.

Cerita dikit tentang Harddisk
Saya membagi harddisk menjadi 4 level, ini berdasarkan riset dan pengalaman saya pribadi selama menangani kerusakan harddisk.

Level 1
Kerusakan yg terjadi pada level ini bisanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.

- Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan diformat). /C digunakan
untuk mebersihkan cluster yg rusak.
- Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik pembuat Harddisk.
- Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download di internet programnya.
- Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
- Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara membaginya dan tidak menggunakan sector yang rusak.

Level 2
Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.
- Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
- Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti Acronis Disk Director, Handy Recovery, Stellar Phoniex dll.

Level 3
Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, selalu muncul pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri nama-nama Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk harddisk tersebut.

Level 4
Kerusakan yang menyebabkan Harddisk benar tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh BIOS banyak cara.
- Mengecek arus listrik yg mengalir ke harddisk
- Mengganti IC pada mainboard Harddisk
- Buka Penutup Cover harddisk dan cek posisi Head harddisk
- Cara yg extreme harddisk yg rusak bisa dikanibal dengan harddisk yg lain yg keruskan berbeda, bisa dengan cara mengganti maiboardnya atau mengambil IC nya.

Semoga ini bisa jadi referensi tambahan buat kalian yang ingin mencoba memperbaiki

Sabtu, 19 Juni 2010

Peribahasa ( A sampai Z)

A
Abai
1. Ombak kecil jangan diabaikan.
 Persoalan atau masalah kecil jangan dianggap enteng.
Abang
2. Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang.
a. Hanya mau enak dan senangnya saja.
Bang
3. Bagai abu di atas tunggul
 Jadi lupa atau terabaikan yang pokok oleh karena berbuat berlebihan pada hal-hal yang tidak urgen.
Abu
4. Bagai abu di atas tunggul
 kedudukan yang tidak kuat.
Abun
5. Gila di abun-abun.
 Mengkhayal sesuatu yang mustahil didapat.
Acap
6. Acap berulang, yang jauh jadi dekat.
 Karena sering dikunjungi yang jauh, lama kelamaan jadi rasa rasa dekat.
Ada
7. Asal ada kecil pun pada.
 Bila tak ada banyak, sedikitpun cukup.
Adat
8. Adat berinduk ke kitabullah.
 Adat berpedoman atau sesuai dengan Qur’an.
Adil
9. Membagi sama adil, memotong sama panjang.
 Dalam mengadili atau memutuskan suatu perkara hendaklah adil, tidak boleh berat sebelah. Begitu juga jadi pemimpin jadilah pemimpin yang adil.
Adu
10. Mengadu patah lidah.
 Mengadu kepandaian berkata-kata.
Agak
11. Lain di agak lain kena.
 yang dimaksud lain dengan yang didapat.
Agam
12. Berkepanjangan bagai agam.
 Tak henti-hentinya.
Aib
13. Aib ditebus dengan aib.
 Bila kita dipermalukan orang, dibalas dengan hal yang sama atau seimbang.
Air
14. Air besar batu bersibak.
 Bila ada bahaya, orang akan mencari dan bersatu dengan kaumnya, bangsanya, golongannya ataupun kelompoknya.

B

Babi
1. Bagai babi merasa gulai.
 Orang yang hina bangsa hendak setara atau berjodoh dengan orang terhormat atau bangsawan.
Badai
2. Membadai burung atas langit, ditangkap diharap jangan.
 Bagaimana pun juga tak’kan dapat.
Badak
3. Sayang anak badak lampong, cucu konon badak raja.
 Perihal seseorang yang bukan berasal ningrat atau mulia, tetapi ia mengaku kerabat raja.
Badan
4. Hancur badan di kandung tanah, budi baik terkenang jua.
 Budi yang baik selalu diingat dan takkan dilupakan orang meskipun orang yang berbudi itu sudah meninggal.
Badar
5. Beroleh badar tertimba.
 Mendapat keuntungan yang tidak disangka-sangka.
Bagi
6. Membagi sama adil mengerat sama panjang.
 Bertindak atau pun memutuskan sesuatau perkara dengan adil.
Bah
7. Sedangkan bah, kapar tak hanyut, ini pula kemarau panjang.
 Sedangkan waktu ada pencaharian atau penghasilan tiada sampai jua suatu maksud, apalagi waktu tiada.
Bahan
8. Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya.
 Besar penghasilan, besar pula pengeluarannya.
Bahasa
9. Bahasa menunjukan bangsa.
 Ketinggian bahasa, tutur kata yang baik, menunjukan si pemilik atau si pemakainya orang berbudi tinggi.
Bahu
10. Angkat bahu.
 Isyarat pernyataan tidak tahu.
Baik
11. Jikalau tidak dapat dibaiki, jangan dipecahkan.
 Jika tidak dapat menyelesaikan, jangan menambah ruwet.
Bajak
12. Bajak telah terdorong ke bencah.
 Perihal pekerjaan telah terlanjur dikerjakan, unutk mengurungkannya sudah tidak mungkin.
Baji
13. Bersua baji dengan matan.
 Bertemu juara dengan pendekar.
Baju
14. Baju satu kering di badan.
 Perihal keadaan yang sangat miskin.
Bakar
15. Di bakar tak berapi.
 Menaruh cinta tidak dengan sebenarnya.
Bala
16. Bala lalu dibawah singgah.
 Sengaja mencari kesusahan.
Balam
17. Angguk-angguk balam.
 Asal ya saja entah mengerti tidak
Balas
18. Adat dunia ganti berganti, adat hidup balas berbalas.
 Tak ada yang lalu senang dan bahagia diunia ini. Begitu juga sebaliknya, tidak ada yang selalu susah dan sengsara.
Balik
19. Tidak semudah membalik telapak tangan.
 Tidak mudah.
Baling
20. Baling hatinnya
 Ragu, sangsi
C
Cabai ( cabe )
1. Kecil-kecil cabe rawit
 Kecil tapi pemberani, cerdik dan membahayakan
Cabang
2. Bercabang bagai lidah ular
 Perihal perkataan yang tidak dapat di pegang atau tak dapat di percaya
Cabik
3. Karena Lenggang Cabik Baju
 karena keterlaluan hendak bergaya-gaya, jadi merusak dan merugi
Cabuk
4. Orang cabuk mengekor angin
 kiasan orang yang tak dapat berjalan atau tak layak berjalan lebih dulu atau di muka orang patut-patut
Cabut
5. Mencabut dari limbahan
 membela atau mengangkat atau nama baik kaum atau keluarga yang telah buruk
Cacak
6. Cacak bagai lembing tergadai
 tertegak kaku, terdiam heran
Cacing
7. cacing hendak menelan naga
 Orang lemah hendak mengalahkan orang kuat atau berkuasa
Cakak
8. Habis Cakak, silat teringat
 Perkara atau perselisihan yang sudah selesai, baru teringat alat untuk memenangkannya.
Cakap
9. Silap Cakap kena radak, hilang jiwa percuma saja.
 perkataan rahasia haruslah di tuturkan kepada orang yang sudah di pilih saja, karena jika di ketahui oleh orang lain yang tidak harus mengetahuinya bias buruk akibatnya
Calak
10. Calak-calak ganti asah. ( celak ganti asah, sambil menunggu tukang tiba)
 Sementara belum dapat yang baik, apa adanya bolehlah dulu.
Campak
11. Seperti anak tercampak
 Bagai orang terbuang, tidak punya sanak saudara yang mengurus
Campur
12. Minyak dan air tidak mungkin bercampur
dua hal, atau dua orang yang berbeda sifatnya, yang tak mungkin rukun atau bersatu.
Candu
13. Seperti harga Candu
 Kiasan untuk suatu harga yang sangat mahal.
Capung
14. Bagai Capung menjilat air
 Tergesa-gesa
Cari
15. Enau mencari sigai.
 Perihal yang terbalik, di ibaratkan kepada perempuan yang mengejar-ngejar atau mencari-cari lelaki
Catuk (Bacok)
16. Bagai di catuk dengan punggung lading (golok)
 dikata-katai dengan sindiran yang tajam dan menusuk perasaan

D
Dada
1. Lapang Dada
 Sabar
Dagang
2. Dagangan bersambut yang di jual
 Cerita orang lain yang di ceritakan, bukan penglihatan atau endapat sendiri
Daging
3. Tidak berdaging lagi
 Sudah kurus
Dagu
4. Bagai jenggot pulang ke dagu
 Sesuai atau cocok
Dahan
5. Dahan pembelah batang
 Orang kepercayaan atau orang kesayangan kita juga yang kerap kali merugikan atau mencelakakan kita
Dahi
6. Dahi bagai kiliran taji
 dahi yang licin dan mulus
Dahulu
7. Dahulu bajak dari pada jawi
 Kiasan pada perempuan yang hamil duluan, baru menikah
Daki
8. Bukit sama di daki, lurah sama di turuni
 sesusah sesenang (baik buruk, susah senag sama-sama)
Dalam
9. Deras datang, dalam kena
 bila kita terlalu menampakan rasa ingin sesuatu, maka si pemilik akan memperberat persyaratan

E
Eban
1. Pergi empap, pulang eban
 Ibarat orang berniaga, tidak untung dan tidak rugi, pulang modal saja
Edan
2. Edan-edanan
 Gila-gilaan, ugal-ugalan
Ejan
3. Mengejan tuah
 Memaksakan diri
Ekor
4. Bagai anjing menyalak di ekor gajah
 hal perkataan orang kecil/hina itu bagaimana pun jua tidak berpengaruh apa-apa terhadap orang mulia, berkuasa atau orang berpangkat
Elang
5. Bagai elang turun menyambar
 kiasan untuk sesuatu yang cepet pergi atau larinya
Elok
6. Elok-elok di negeri orang jangan sampai berbuat salah
 di rantau atau di negeri orang pandai-pandai membawakan diri, jangan sampai berbuat kesalahan yang data mencelakakan diri
Emak
7. Bagai emak mandul baharu beranak
 kegirangan yang amat sangat, karena cita-cita berkenan. – hal kegirangan perempuan yang terlalu mengasihi seorang anak. (mandul=tidak dapat beranak )
Emas
8. Seperti emas yang sudah tersepuh
 Biasa jua : seperti emas baru disepuh. Paras yang elok, putih kuning. Perihal keelokan seorang perempuan
G
Gabak
1. Gabak tanda’kan hujan
 kejadian yang sudah di duga sebelumnya
Gadai
2. Gadai terdorong kepada cina
 (min) pekerjaan yang telah terlanjur, tidak dapat di tarik kembali. Keuntungn yang telah jatuh ke tangan orang lain, tidak dapat di rebut kembali.
Gading
3. Gajah terdorong oleh gadingnya
 orang-orang besar atau mulia itu sering mendapat celaka oleh karena kebanggaan kebesaran dan kemuliaannya itu.
Gadis
4. Bentuk gadis jolong menumbuk
 orang yang rajin dan sungguh melakukan pekerjaan yan baru di yakininya.
Gaduk
5. Bergaduk diri, saku-saku di terbangkan angin
 Cakap sombong, suka membual, tapi saku tak berisi
Gadung
6. Rasa ubi gadung
 Bagai seolah-olah benar-benar sudah terjadi, padahal belum atau hanya khayalan
Gagak
7. Gelimang gagak
 Pekerjaan yang tidak membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian, karena meskipun terjadi kesalahan dalam mengerjakanya, tidak akan rusak hasilnya
Gaharu
8. Sudah gaharu cendana juga
 sudah tahu/mengerti ura-pura beertanya
Gajah
9. Gajah seekor, gembala dua
 Kiasan untuk perempuan yang menduakan suaminya, berhubungan gelap atau tidak sah dengan laki-laki lain.
Galah
10. Bagai galah di tengah arus
 sebagai bamboo yang di pancangkan di tengah-tengah air deras, ujungnya gemetar. (Kkb) sesuatu yang tidak tetap atau keluh kesah hati seseorang yang di dalam kesusahan
Galang
11. Menggalang batang leher
 menyediakan diri untuk berkorban
Galas
12. Kurang beban batu di galas
 Kurang pekerjaan, mencari-cari kerja ahirnya susah sendiri
Gali
13. Menggali kubur sendiri
 Berbuat yang merusak atau mencelakakan dirinya sendiri
Gamak-gamak
14. Gamak-gamak seperti orang menyambal
 diagak-agak saja; dikira-kira, berapa yang cukup. Hal mengerjakan suatu perbuatan dengan tiada perhitungan yang pasti
Gamang
15. Orang penggamang mati jatuh, orang pendinggin mati hanyut
 Dalam mengerjakan sesuatu ataupun dalam menghadapi sesuatu tidak boleh di takut-takuti
Gambar
16. Bagai di gambar oleh malaikat
 Pernyataan untuk sesuatu atau seseorang yang cantik sekali.
Gampang
17. Anak gampang
 Anak haram (anak diluar nikah)
Gaduh
18. Tidak lalu gaduhnya
 tidak terlalu terlaksana maksud atau tipunya
Gantang
19. Bergantang penuh ke bawah
 perihal mengisi kewajiban atau membayar utang, agar di beri keringanan

H
Habis
1. habis bulan berbilang hari
 berhari-hari (lama)
Hak
2. kalau tiada hak sendiri, anak mata terdiri-diri
 kalau tidak punya uang, tiadalah dapat membeli keinginan, hanya melihat saja dengan harap
Hakekat
3. berkata berhakekat
 berbicara itu harus jelas tujuanya
Hakim
4. Berhakim kepada beruk
 Meminta pendapat atau keadilan kepada orang bodoh
Halal
5. tak tahu halal, haram
 tidak mengindahkan yang baik dan yang benar
Halau
6. Menghalau kambing ke air
 menyuruh orang mengerjakan pekerjaan yang sangat di benci, di takuti, atau yang tidak di senanginya
Hambat
7. Tidak di hambat akar di hambat dahan
 Dikatakan pada suatu pekerjaan yang tiada aral melintangnya. Misalnya, suatu perhelatan besar yang selamat sejak dari awal sampai ahirnya
Hampa
8. terbelit petai hampa
 Tertipu
Hangat
9. Hangat-hangat tahi ayam
 Kiasan pada orang yang kurang kuat kemaunya. Umpamanya, pada suatu pekerjaan mula-mula ia sangat rajin dan sungguh-sungguh bekerja, tetapi tak lama kemudian telah malas dan jemu
Hantu
10. Bagai orang di kejar hantu
 Sangat ketakutan
Hanyut
11. Malas berdayung hanyut serantau
 bila sama-sama malas dapat mencelakakan semua
Hapus
12. Hapus arang di muka orang
 menghapuskan, menghilangkan malu orang
Harap
13. Harap-harap cemas
 Was-was
Harga
14. Murah di harga, Mahal di timbangan
 Mudah berjanji, sulit di tepati
Hari
15. Ya sepanjang hari, janji sepanjang jalan
 Mudah mengatakn Ya dan mengucapkan janji, tetapi sukar menepatinya
Harimau
16. Takkan harimau makan anaknya
 Marah bapak kepada anaknya itu tiada sampai membunuhnya
Haruan
17. Bagai haruan dalam tuar
 perihal seseorang yang tidak tetap halnya, sebab dalam sakit dan kesusahan (Kkb).
( Haruan = sejenis ikan; tuar = lukah)
Harum
18. Harum menghilangkan bau
 Nama yang baik itu Menutup kejahatan
Harta
19. Harta pulang kepada tuan
 Sesuatu yang bersetuju dan layak bagi seseorang, bersamaan pangkat atau pakaian
Hasta
20. Beroleh sehasta hendak sedepa
 Laba-tamak
I
Iba
1. Beriba hati
 bersedih hati
Ibu
2. Ibu pertiwi
 Tanah Air
Idam
3. Bagai orang mengidam
 bertingkah laku seperti perempuan hamil muda (seperti perempuan mengidam)
Idas
4. Seidas bagai benang, sebentuk bagai Cincin
 perihal dua orang yang sejodoh benar
Ijuk
5. Atap ijuk berabung upih
 mencampur yang baik dengan yang kurang baik, jadi kurang harmonis di buatnya
J
Jadi
1. Jadi kaki tangan
 jadi oaring yang di percaya dan di andalkan
Jahat
2. Sejahat-jahat harimau tak akan memakan anaknya sendiri
 Semarah-marahnya orang tua, tidak ada yang hendak mencelakakan anaknya
Jaga
3. Yang tidur makanan yang jaga
 Yang lalai, makanan atau jadi korban yang awas
Jagung
4. Padi masak jagung mengupih
 beroleh keuntungan atau rejeki yang berlipat ganda
Jahit
5. Mengoyak mudah menjahit susah.
 Merusak mudah, tetapi membuat baik atau memperbaikanya kembali susah.
K
Kabal
1. Kuat kabal
 Predikat untuk orang yang gagah berani dan tak takut mati, karena dia kebal terhadap senjata.
Kabar
2. Kabar angin
 Kabar selentingan, kabar yang belum pasti kebenarannya
Kabut
3. Kalang kabut
 Kacau balau, berantakan
Kaca
4. Tidak memperkaca diri
 Tidak menyadari siapa diri, keadaan diri
Kacang
5. Kacang lupakan kulitnya
 Lupa akan asal
Kadang
6.Terlampau kadang mentah
 Terlampau hendak memperbagus, malah jai rusak
Kadok
7. Kadok kena baja
 Pengharapan yang tidak pada tempatnya
Kail
8. Bungkuk kail nak mendapat
 Suatu cara atau tipu muslihat untuk cari keuntungan bagai diri sendiri
Kais
9. Kurang mengais kurang makan
 Kurang rajin bekerja untuk mencari nafkah, akan kurang pula mendapat rezeki dan akan berakibat jelek terhadap diri
Kait
10. Jatuh tiada berkait
 Kiasanya, kehendak berlaku dengan tiada diminta
Kain
11. Kain basah kering dibadan
 Keadaan yang teramat miskin
Kaji
12. Kaji lama
 Pekera lama, sudah usang atau basi
Kaki
13. Terikat kaki tangan
 Tiada berdaya lagi, telah hilang kuasanya, oleh karena kekuasaan orang lain
Kalang
14. Tidur di perkalang, berjalan di pertongkat
 Perihal suatu ilmu yang senantiasa diamalkan, baik siang baik pun malam.
Kambing
15. Bagai kambing lepas ke parak
 Sesuka hati dapat memilih makanan, dalam kemewahan
Kampuh (selimut)
16. Ayam menang, kampuh tergadai
 Mendapat tetapi pengeluaran lebih besar sehingga merugi
Kancah
17. Seperti kancah ditawar.
 Orang yang diam saja dalam percakapan bersama, atau tiada menyahut waktu ditanyai.
Kandang
18. Memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam.
 Memberi kesempatan kepada orang yang mendatangkan kejahatan.

L
Laba
1. Mengaut laba dengan siku.
 Dikiaskan kepada orang yang tamak,
Labah-labah
2. Akal labah-labah, di gua buruk suka merakut.
 Orang yang buruk perangai, suka mengecoh atau menipu orang dengan cara yang tidak diduga-duga orang.
Labu
3. Labu dikerobok tikus.
 Perihal anak dara yang sudah tidak perawan lagi.
Lada
4. Siapa makan lada, ialah berasa pedas.
 Siapa yang berbuat, dialah yang menerima akibatnya.
Ladang
5. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.
 Tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya.
Lading
6. Lading tak tahu akan majalnya.
 Hal orang bodoh atau miskin yang tiada tahu atau tiada insaf akan kekurangan dirinya.
Lahat
7. Bak rasa di liang lahat.
 Perihal seseorang yang dalam kesusahan sangat.
Lahir
8. Yang lahir menunjukkan yang batin.
 Dari pada gerak gerik, korenah atau tingkah seseorang dapat diketahui apakah yang tersimpan di dalam hatinya.
Lain
9. Lain gatal lain digaruk.
 Lain sakit lain pula yang diobati.
Laki
10. Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan.
 Lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada keluarga atau kaum sendiri.
Laku
11. Laku seperti goring pisang.
 Menyatakan betapa larisnya semacam barang jualan atau barang dagangan (seperti kacang goreng).
Lambung
12. Setinggi-tinggi batu melambung, surutnya ke tanah jua.
 Sejauh-jauh pergi merantau, baliknya ke negeri sendiri juga.
Lampu
13. Seperti lampu kekurangan minyak.
 Kehidupan seseorang yang amat melarat, makin lama makin susah.
Lancung
14. Sekali lancung ke ujian, seumur orang tak percaya.
 Sekali ketahuan piil (kelakuan) kita yang tiada baik, seumur hidup orang tidak percaya lagi kepada kita.
Landak
15. Menduri landak.
 Perumpamaan untuk menyatakan jari orang yang halus-halus.
Lalang
16. Lalang yang terbakar, secerek menumpang mati.
 Orang-orang besar yang bersengketa, rakyat kecil yang jadi korban.
Lalat
17. Seperti lalat mencahari puru.
 Terlalu rakus mengejar keuntungan, tidak menaruh malu sedikit jua pun.
Lambat
18. Lambat laga asalkan menang.
 Biar lambat mengerjakan barang sesuatu, asal maksud akan sampai.
Lang
19. Lang pungguk lang berikan, tidur siang berjaga malam.
 Kiasan tentang seseorang pencuri atau orang yang jahat budi pekertinya.
Langau
20. Bagai langau di ekor gajah.
 Selalu menurut kemauan orang besar atau orang yang pandai.
M
Mabuk
1. Dimabuk untung perasaian.
 Hanyut karena kesengsaraan.
Madu
2. Madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua.
 Jika baik asalnya, turunannya pun baik jua.
Mahal
3. Murah di harga, mahal di timbangan.
 mudah berjanji, tetapi sukar menepati.
Main
4. Main ikan main badar.
 Perihal orang miskin atau hina meniru-niru perbuatan atau tingkah laku orang kaya atau mulia.
Makan
5. Makan hati berulam jantung.
 Bersusah hati oleh karena perbuatan salah seseorang yang karib.
N
Nadi
1. Tinggal nadi saja.
 Hanya tinggal denyut-denyut urat darah pada pergelangan tangan.
Nafsu
2. Nafsu kecil tenaga besar.
 Keinginan terlalu besar tidak sesuai dengan kemampuan.
Nafsi
3. Nafsi-nafsi.
 Masing-masing.
Naga
4. Naga ditelan ular lidi.
 Orang besar atau putri kawin dengan perempuan atau laki-laki yang biasa saja (pada perasaan orang sekarang hal itu lazim sudah).
Naik
5. Bertangga naik berjenjang turun.
 Sesuatu itu ada aturan dan peraturannya.
Najis
6. Membasuh najis dengan mala.
 Sesuatu kesalahan atau malu yang ditutup dengan jalan lebih menghinakan lagi.
Nakoda
7. Berlayar bernakoda, berjalan dengan yang tahu, berkata dengan yang pandai.
 Sebarang pekerjaan besar yang akan dilakukan hendaklah dikepalai oleh orang yang ahli, supaya selamat.
Nangka
8. Seorang makan nangka, semua kena getahnya.
 Satu orang yang bersalah, semua kena akibatnya(buruknya).
Nangui
9. Menggeriak bagai anak nangui.
 Seseorang yang malas beranak banyak, tetapi tidak berusaha mencari nafkahnya.
Nanti
10. Ternanti-nanti bagai berlakikan raja.
 Seseorang yang berhajat kepada orang yang tiada sangat berkehendak kepadanya, atau menantikan pertolongan orang yang banyak pekerjaannya.
Napas
11. Bernapas keluar badan.
 Percaya kepada orang lain, bukannya kepada buah pikiran atau pendapat sendiri.
Nasi
12. Buat nasi tambah.
 Sebagai pelengkap.
Nasib
13. Nasib sabut terapung, nasib batu terbenam.
 Terserah kepada nasib/takdir baik buruknya.
Negeri
14. Alpa negeri alah, sia-sia utang tumbuh.
 Jika alpa atau sia-sia, kerugian atau bencana akan menimpa.
O
Obat
1. Obat jauh penyakit hampir.
 Hal orang yang hidupnya di dalam susah, sedang harapannya yang akan dapat menolong dia jauh dari masanya atau jauh tempatnya.
Ombak
2. Ombak yang kecil jangan diabaikan.
 Ombak jangan ditidakkan. Perkara kecil yang boleh mendatangkan bahaya, jangan disia-siakan, karena boleh menjadi bahaya yang besar.
Omong
3. Lagak padang omong betawi
 Gaya seperti orang berada, tetapi sebenarnya dalam keadaan berkekurangan, cakap tinggi, tetapi tidak berisi.
Orang
4. Orang muda menanggung rindu, orang tua menanggung ragam.
 Biasa jua; Adat muda menanggung rindu, adat tua menanggung ragam.Dalam segala pekerjaan orang tua harus sabar, maka memaafkan perbuatan orang muda-muda, yang biasanya kurang sabar tabiatnya.
P
Pacat
1. Seperti pacat kenyang.
 Hal seorang yang habis makan di rumah orang, lalu pergi saja dengan tidak beristirahat sedikit jua pun.
Padam
2. Harap akan sinar bulan, pelita nyala dipadami.
 Mengharapkan sesuatu yang belum pasti, yang sudah ada dilepas atau disia-siakan.
Padang
3. Asing padang asing belalang, asing lubuk asing ikannya.
 Pepatah ini kerapkali dibalikkan orang memakainya, tetapi tiada berubah maksud dan kiasannya. Asing lubuk asing ikannya, asing padang asing belalangnya. Lain negeri lain adat istiadat dan kebiasaan masyarakatnya.
Padi
4. Padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan susah hati.
 Harta sedikit dengan bersenang hati lebih baik daripada harta yang banyak dengan hati susah.
Pagar
5. Memagar diri bagai aur.
 Hal orang yang hanya menjaga dirinya anak-beranak saja, tiada mempedulikan sanak-saudaranya atau kaum yang lain-lain.
Paha
6. Cubit paha kanan, paha kiri pun sakit juga.
 Jika seseorang menyusahkan kaum kerabatnya sendiri, maka ia pun akan merasa kesusahan jua.
Paham
7. Serupa paham perempuan.
 Menurut pendapat orang dahulu, pahamperempuan tidak tetap.
Pahat
8. Memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka.
 (Pepatah adat) Mengerjakan sesuatu dengan aturannya supaya selamat.
Pahit
9. Sepahit-pahit semambu, kelatnya menjadi obat.
 Menyatakan bahwa barang sesuatu yang dirasa merugikan atau menyusahkan
Itu adakalanya berpaedah dan berguna jua.

R
Rasa
1. Politik meraba-raba.
 Cara pemerintahan yang tidak berdasar kepada program yang tetap, melainkan cara menjalankan pemerintahan itu hanya main coba-coba saja.
Rabuk
2. Seperti rabuk dengan api.
 Perumpamaan bagi dua buah benda yang berbahaya kalau diperdekatkan, seumpama bujang dan gadis.
Racik
3. Tahan racik burung tak masuk, burung biasa makan di tangan.
 Orang yang biasa bercampur dengan orang yang berakal itu susah akan dikalahkan tentang carapergaulan dan sopan santun.
Racun
4. Jikalau air racun rembes, niscaya remesnya racun juga.
 Jikalau asal sesuatu tidak baik, buruk atau jahat, niscaya keturunannya buruk atau jahat jua(pand.se).
Raga
5. Rabut seperti raga.
 Kusut-masai, sehingga kepala besar nampaknya.
Ragam
6. Banyak orang banyak ragamnya.
 Pepatah ini sambungan sebuah gurindam, yang berbunyi: Banyak dang banyak garamnya. Banyak orang banyak pula ragam pemikiran dan pendapatnya.
Ragang
7. Meragang gawe.
 Laku-laki-laki memaksa seorang perempuan supaya suka berbuat jahat(berzinah) dengan dia.
Rahap
8. Bagai di rahap kain basah.
 Dingin-sejuk sekujur badan sebagai didirus dengan air, oleh karena mendengar kabar atau melihat kejadian yang sedih-ngeri.
Rahmat
9. Kata yang benar fitidakkan, rahmat tuhan dilarikan.
 Ingkar atau tidak mau mengakui kebenaran.
Raih
10. Meraih pekung ke dada.
 Seorang dengan sengaja mencahari malu atau bercanda bagi dirinya sendiri, karena tamaknya pada suatu perolehan.
Raja
11. Beraja dimata, bersutan dihati.
 Biasa dibalikkan ; beraja dihati, bersutan dimata. Berbuat dan bertindak seenak sendiri.
Rakit
12. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
 Pepatah ini biasa disambung menuju wujudnya: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Maksudnya, biar bersusah-susah dahulu mengerjakan suatu pekerjaan, supaya bersenang-hati menerima hasilnya kelak.
Ramai
13. Ramai beragam, rimbun menyelara.
 Orang ramai banyak ragamnya, pohon rimbun banyak seleranya.
Rambut
14. Seperti menghelai rambut dalam tepung, rambut jangan putus tepung jangan terserak.
 Menghukum hendaklah seadil-adilnya, sehingga belah pihak mersa puas.
Rambutan
15. Gelagah boreh rambutan jantan, orang berbunga dia berbunga, orang berubah dia tidak.
 Peri kemalangan nasib seseorang ; sesungguhpun ia selalu berbuat seperti orang supaya mendapat keuntungan atau pengetahuan, namun tiada jua diperolehnya paedah yang sempurna daripadanya.
Rampak
16. Dahulu rampak rimbundaun, kini’lah sangat merarasi.
 Artinya dahulu sagat rimbun daunnya (tentang pohon), kini telah habis luruh, tinggal ranting-ranting dan dahan saja.
Rancak
17. Rancak di lebuh.
 Biasa dikiaskan kepada anak muda yang congkak dan angkuh; lagak sebagai orang kaya dan pandai, tetapi kalau dilihat rumah ibunya (rumahnya), nyata dia orang melarat dan tiada berilmu.
Ranggas
18. Tampak ranting takkan meleting.
 Tahu bahwa seseorang takkan membalas atau takkan dapat berbuat apa-apa, sebab bodoh atau takut.
Rangsang
19. Tertangguk pada ikan sama mengeruntungkan, tertangguk pada rangsang samamengiraikan.
 Alamat semupakat. Keuntungan yang diperoleh bersama-sama, dinikmati bersama-sama, dan kalau mendapat sesuatu yang tak diingini, dihilangkan bersama-sama pula.
Ranjau
20. Duduk meraut ranjau, berdiri melihat musuh.
 Selau bekerja, idak hendak berpangku tangan.
S
Sabung
1. Tersabung akan induk ayam.
 Kecewa, menyuruh atau mengirim seseorang kepada suatu majelis atau gelanggang perundingan, untuk mewakili kaumnya atau perkumpulannya atau negeri-nya, untuk bertanding disana.
Sabut
2. Untung sabut timbul, untung batu tenggelam.
 Asal sabut terapung, asal batu tenggelam. Untung-untungan dalam hal mengerjakan sesuatu pekerjaan yang besar bahayanya.
Sadah
3. Termakan sadah.
 Sakit hati karena tertipu, seperti terbeli akan barang yang buruk dengan harga yang mahal.
Sadur
4. Sebagai sadur menimbulkan senam.
 Kelihatan keadaan (atau tabiat) yang diselimuti-selimuti.
Saga
5. Seperti saga di atas talam.
 Biji saga di atas talam tiak tetap duduknya, melainkan selalu terguling-guling.
Sahabat
6. Bagai bersahabat dengan ular bisa.
 Bermusuhan dengan orang yang jahat, lambat laun kita tentu dianiaya jua.
Sahaja
7. Sahaja basahan.
 Sudah menjadi suatu kebiasaan berbuat sesuatu yang tidak baik.
Sakit
8. Tiada sakit makan obat.
 Menyusahkan diri sendiri, karena hendak menambah keadaan yang telah cukup.
Salah
9. Salah makan memuntahkan, salah tarik mengambali kan, salah langkah surut kembali.
 Jika salah dalam suatu pekerjaan, hendaklah dibenarkan kembali kesalahan itu.
Salak
10. Tinggal kelopak salak.
 Peri keadaan seseorang yang sudah kehabisan harta, karena jatuh rugi atau karena suatu malapetaka seperti kebakaaran.
Sama
11. Sama rata sama rasa.
 Kaum sosialis bercita-cita, agar manusia atau rakyat sebuah negeri sosialisasi mendapat keadilan dalam pembahagian rezeki.
Sambar
12. Bagai ayam disambar elang.
 Hal orang mati dengan tiada sakit atau tiada lama sakit ataupun menderita.
Sambau
13. Bagai sambau di tengah jalan.
 Sebentar tegak, sebentar terinjak. Peri kehidupan yang tiada tentu (susah).
Sambil
14. Sambil menyelam minum air
 Mengerjakan dua pekerjaan sekaligus.
Sampai
15. Nan dimaksud sampai, nan diamal pecah.
 Sudah berlaku apa-apa yang dimaksud dan dicita-citakan.
Sampan
16. Ada sampan hendak berenang.
 Ada pekerjaan yang senang, hendak mengerjakan pekerjaan yang susah.
Sanding
17. Bulat bersegi, bersanding melukai.
 Atas seseorang yang amat jujur rupanya, tetapi sesungguhnya ia tidak dapat dipercayai sedikit jua pun.
Sangkar
18. Daripada emas pun sangkar itu tetap sangkar jua.
 Berapa pun senang seorang dalam kekuasaan orang lain, takkan berapa puas jua, jika tidak ada kebebasan.
Sanjung
19. Penghulu disanjung dengan adatnya, orang alim disanjung dengan kajinya, orang muda disanjung dengan manjanya.
 Kalau memuji orang hendaklah dengan pujian yang pada tempatnya, mengambil hati orang hendaklah dengan kegemaran yang diidamkannya, atau dengan sesuatu yang disukainya.
Santan
20. Menjamas santan di kuku.
 MEnghendaki sesuatu, yang takkan mungkin diperoleh.
T
Tabir
1. Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentang.
 Alamat orang akan bekerja seperti mengadakan perjamuan, kenduri atau perhelatan nikah-kawin dan sebagainya.
Tabuh
2. Mulut tabuh dapat disumbat, mulut orang bagaimana menyumbatnya.
 Jika suatu rahasia diketahui orang, niscaya tersebar kabarnya kemana-mana, karena mulut orang tidak dapat ditutup.
Tabung
3. Tinggal di tabung dituntungkan, tinggal diaweh dikiraikan.
 Apa yang tinggal di dalam tabung telah ditumpahkan dan apa yang tinggal di tapisan sudah dikiraikan.
Tabut
4. Bagai tabut keeling, di luar berkilat di dalam berongga.
 Bagus di luar saja.
Tagar
5. Bagai tagar di pulau sembilan.
 Perumpamaan bagi bunyi yang terlalu keras.
Tahi
6. Tiada terbungkan tahi mata dengan empu kaki.
 Aib sanak saudara kita tentu terpikul di atas bahu kita jua, takkan dapat dipikul oleh orang lain.
Tahu
7. Tahu makan tahu simpan.
 Harus pandai-pandai menyimpan rahasia.
Tajak
8. Tiada serek dimakan tajak, esok lusa berbendung jua.
 Karena mencari uang (rezeki), tiada terasa penat atau payah.
Tajam
9. Yang tajam tumpul, yang bisa tawar.
 Karena berkat obat atau doa, penyakit sembuh.
Taji
10. Belum tertaji hendak berkokok.
 Maksudnya ayam yang belum bertaji, masih kecil, sudah hendak berkokok.
Taksir
11. Kurang taksir hilang laba.
 Tidak teliti bisa merugi.
Takut
12. Digenggam takut mati, dilepas takut terbang.
 Sesuatu yang serba salah halnya.
Talam
13. Seperti talam dua muka.
 Seseorang yang berbuat baik antara dua orang yang berseteru, karena berkehendak kedudukan bagi dirinya sendiri.
Tali
14. Sepanjang-panjang tali, sekenyang-kenyang banting.
 Telah habis ikhtiar, tidak ada daya upaya lagi.
U
Uang
1. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang.
 Kasih sayang hanya ketika beruang, berharta, atau ketika senangnya saja, tetapi pupus dikala semua itu tidak.
Ubun-ubun
2. Ubun-ubun masih bergerak, sudah angkuh.
 Dikatakan kepada seseorang yang masih muda dan belum berpengalaman sedikit jua, tetapi sudah sombong.
Ucok
3. Hendak ucok dilawan ucok, hendak perang giling peluru.
 Biasa jua ucok diganti dengan damai.
Udang
4. Udang merentah dalam tangguk.
 Seorang yang tiada tetap laku dan kedudukannya.
Uir-uir
5. Uir-uir minta getah.
 Mencahari-cahari perbuatan yang akan membahayakan diri.
Uja
6. Sungguh diuja dipegang ekor.
 Kiasannya, walaupun diberi kebebasan, namun tidak sepenuhnya.
Uji
7. Tahan uji.
 Tahan terhadap berbagai masalah atau cobaan.
Ujung
8. Bagai jalan tak berujung.
 Tak ada hentinya.
Ukur
9. Bila diukur sama panjangnya, bila ditimbang sama beratnya.
 Sama atau seimbang.
W
Waktu
1. Habis waktu karena adzan.
 Maksudnya, habis waktu sembahyang (yang wajib) karena adzan (yang sunat).
Wang
2. Waktu itu wang.
 (Pepatah asing) Oleh karena waktu itu sangat berharga, sangat penting, jangan dibuang-buang saja.
Wau
3. Bagai wau putus teraju. (wau = layang-layang).
 Perihal orang yang tidak normal lagi, telah hilang keseimbangannya.
Y
Yang
1. Yang dikait tidak jatuh, pengait tinggal di atas.
 Orang yang dipanggil tidak datang, yang memanggil pun tidak kembali.
Yu
2. Bagi yu kia-kia.
 Bermuka dua, tidak bias dipercaya.
Z
Zaman
1. Zaman berzaman
 Dari zaman ke zaman.

Jumat, 18 Juni 2010

cERITA pENDEK

Cerpen Cinta Remaja: “Teduh” yang Telah Pergi
“Pagi hari, di kediaman keluarga darmawan…..
“Ya….. masa Dinda ke skul harus naik angkot sich, Bun?”
”Hari ini Pak Kosim nggak bisa ngantar. Karena anak nya lagi sakit, dan semalam dia izin pulang. Udah, sekali-kali kamu berangkat naik angkot, napa? Buruan sana berangkat, ntar kamu telat lho!!!”
”Ya udah dech….Dinda pergi dulu ya, Bun!”
Hari ini adalah hari yang menjengkelkan bagi Dinda. Karena supirnya harus nemani anaknya di rumah sakit. Alhasil dia harus berangkat ke skul naik angkot.
”Duh Bunda ne, kenapa nggak nyari orang lain sich buat nganterin aku, terpaksa dech aku naik angkot. Mana panas lagi.”
Saat dia lagi sibuk mengoceh, tiba-tiba muncul cowok yang cakep banget duduk tepat di sebelah Dinda. Dan jantung Dinda hampir aja copot saat tu cowok senyum dengannya.
Dinda ngerasaain perasaan yang lega dan semua kekesalannya hilang seketika. Karena senyum cowok itu sangat manis, apalagi ditambah dengan sorot matanya yang teduh banget, yang dapat menutupi rasa sakit yang udah lama tertahankan olehnya.
Seharian ini kerja Dinda hanya senyum-senyum sendiri, bundanya aja malah nganggap kalo Dinda kesambet setan halte bus.
”Duh….tu cowok manis banget ya…… saat gue liat mukanya, gue ngerasa kalo beban gue naik bus itu musnah semua. Sapa ya nama tu cowok? Rasanya gue pengen banget kenalan ama tu cowok. Py gue malu. Hm…. gue kasih nama “Teduh” aja dech… Coz matanya tu teduh banget. And mulai besok gue bakalan naik bus dech… coz gue pengen ngeliat muka tu cowo lagi” pikir Dinda yang masih nggak berhenti memikirkan cowok tadi, dan akhirnya dia tidur sambil berharap bisa menemukan cowok itu di mimpi indahnya.

Paginya….
“Bun, Dinda pergi skul dulu ya…!!!” pamit Dinda sambil mencium pipi bundanya
“Lho Din, kamu nggak nunggu Pak Kosim dulu?”
”Nggaklah Bun, hari ini Dinda pengen naik bus aja….da Bunda,” ucap Dinda sambil berlari meninggalkan rumahnya.
Sesampainya di halte bus…..
”Duh si teduh mana ya? Kok belom datang sich?” batin Dinda gelisah karena sang pujaan hati belum juga menampakkan batang hidungnya.
Tapi baru saja Dinda gelisah dengan pertanyaan yang ada di hatinya, tiba-tiba muncul seorang cowok yang bermata teduh. Cowok itu tersenyum dan menyapa Dinda.
”Hei….. Kamu baru naik bus ya?” sapa cowok itu yang berhasil membuat Dinda terpaku.
”Lho koq diam?”
”Eh….sorry…. tadi kamu bicara apa?”
”Aku tanya, kamu baru naik bus ya? Soalnya aku baru ngeliat kamu semalam”.
”Ha…, oh iya…..nam…..” belum Dinda menyelesaikan pertanyaannya, tiba-tiba bus yang menuju ke sekolah Dinda datang.
”Eh… tu bus kamu udah datang”.
”Oh iya….hm… aku berangkat duluan ya…,” pamit Dinda yang dibalas dengan senyuman teduh itu lagi. Dan rasanya langkah Dinda berat banget buat ninggalin ”teduh” nya itu.
Cerpen Cinta Remaja: Gita
Kadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Di sitiulah perasaan bermakna, salah satunya adalah cinta. Apa yang dialami Gita memang biasa, terjadi pada manusia umumnya. Tetapi ini menjadi luar biasa, ketika ia merasa bahwa simpatinya sebagaimana pungguk merindukan bulan.
sudah dua minggu ia memendam seribu rasa yang membuat jantungnya berdebar kencang saat melihat sang pujaan hatinya.
“Kita pilih duduk di sini aja. Ayo dong ceritain gebetan barumu,” tiba-tiba terdengan suara serak yang mengusik lamunan Gita.
“Iya... Ri, mumpung kita ngumpul nih,” jawab teman Qori.
Gita
“Masak lo main rahasiaan sama geng sndiri,” tutur temannya lagi.
Gita mendadak gugup. Nggak salah lagi itu Qori. Qori dari geng The SRIES, cowok yang sangat dikagumi para cewek-cewek di sekolah.
Gita nyaris nggak bergerak. Mneyadari cowok tampan yang sedang ditaksirnya itu ada di meja belakangnya. Saat sedang barengan dengan teman-teman aja Gita sudah nervous .... apalagi sekarang ia sedang sendirian. Tapi untuk yang satu ini, rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Dan apa tadi? Mereka lagi ngomong soal gebetannya Qori. Wah..... Wah....
“Jadi bener nih, dia tinggal di jalan Tumbuhan?” tanya teman Qori.
Deg, Gita nyaris tersentak. Bukankah itu jalan tempat ia tinggal? Jalan itukan kecil, jadi ia kenal hampir semua penghuninya. Kayaknya nggak ada yang seumuran dia, rata-rata sudah kuliah dan kerja. Rasa ingin tahunya semakin memuncak.
“Iya, anak kelas satu juga. aku memang naksir dia. Soalnya dia manis banget, pintar dan baik. Pasti dong banyak saingannya. Makanya aku jaga jarak biar dia penasaran,” suara Qori terdengar riang.
Sketsa Cinta dan Bintang Kertas
Aku baru tahu sekarang, kenapa Joko selalu melamun setiap selesai mengerjakan PR di meja belajarnya. Aku sempat berpikir aneh-aneh tentang teman sekamarku itu. Tiada malam tanpa melamun, itulah semboyan dia sekarang. Setiap kali aku tanya, dia hanya menjawab “ini soal hati, men,” lalu melamun lagi.
Aku juga baru paham sekarang, kenapa Johan selalu terperangah setiap kali melihat ada perempuan yang lewat di depannya, mengibaskan wangi parfum ke batang hidungnya. Dia selalu terdiam selama beberapa menit menatap lurus pada wanita yang lewat di matanya, di pikirannya lalu di hatinya. Aku baru mengerti, kenapa mereka seperti itu. Penyebabnya tak lain yaitu karena: wanita adalah makhluk terindah. Dengan senyumnya, wanita mampu menaklukkan api, dengan tatapan matanya, wanita bisa mencairkan es di kutub utara. Dengan suara merdunya, wanita mampu menidurkan srigala, dengan kelembutan sentuhannya, wanita bisa menundukkan dunia.
* * *
“Hanif, bener si Neni belum punya cowok?” Aku bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
“Iya, Rangga, dia belum punya cow!.” Sudah sepuluh kali Hanif mengatakan hal yang sama. Aku masih juga tidak yakin. “Lalu, gimana dengan Rio? Kabarnya Neni ‘kan naksir abis sama Rio?” Aku memasang tampang cemberut, aku masih tidak percaya apa kata Hanif.
“Rio itu udah punya cewek di kampung, jadi dia gak akan mau sama Neni. Lagian, Neni itu ‘kan cewek tomboy. Hayooo… kamu suka sama dia ya?” Hanif menggelitik perutku.
“Eh, homo!!! Hahaha….” kami tertawa bersama. Tawa yang akan menyelinapkan duka di hatiku. Tawa yang akan mengantarkanku pada air mata pertama, yang jatuh karena wanita. Aku melanjutkan, “Emmm…suka sich gak, aku pengen tahu aja, Nif….”“Makanya, jangan makan rumus aja. Ini ke mana-mana bawa rumus gravitasi. Udahlah, bentar lagi masuk. Aku ke kelas dulu.” Hatiku lega mendengar apa yang barusan disampaikan Hanif. Aku Cuma bisa berdo’a, semoga saja dia benar
Cerpen Cinta Remaja : Cowok Idaman
Vina senang sekali Arif datang ke rumahnya. Cowok yang sudah lama ditaksirnya itu datang untuk mengerjakan tugas kelompok dari guru Bahasa Indonesia mereka. Tentu saja Arif tidak datang sendiri, tapi bersama-sama teman sekelas lainnya. Walau begitu Vina tetap senang, paling tidak cowok keren itu kini tahu alamat rumahnya.
Setalah dua jam lebih membuat tugas naskah drama, Vina dan teman-temannya bersantai di teras depan. Vina memberi teman-temannya itu kue-kue kering dan sirup dingin.
“Wah, nggak usah repot-repot Vin,” kata Andi. Tapi ketika ia berkata itu tangannya sudah menyerobot mengambil segelas sirup dan langsung meminumnya hingga tingal separuh.
“Iya Vin, nggak usah repot-repot.... keluarkan saja semuanya,” sahut Boni menyambung canda temannya. Ia pun mengambil segelas sirup.
“Ah, kalian ini bikin malu saja,” gerutu Neni melihat tingkah keduanya.
Vina tidak menanggapi kelakar dua badut kelas mereka itu. Ia malah memperhatikan Arif yang dari tadi diam saja. Cowok ini memang tidak banyak bicara, kesan cool begitu. Inilah yang membuat banyak cewek yang naksir, termasuk Vina.
“Ayo Rif, diminum,” kata Vina menyodorkan segelas sirup pada Arif.
“Wah, cuma Arif aja nih yang ditawarin minum,” goda Andi.
“Kalo kamu kan nggak perlu ditawarin udah langsung ambil sendiri, Ndi,” sahut Vina sewot.
“Maklum deh Vin. Andi kan cemburu tuh,” Boni ikut nimbrung.
Wajah Andi bersemu merah karena kata-kata Boni. Tak terdengar lagi suaranya. Memang selama ini ia diam-diam menaruh hati pada Vina.
Sedang asik kelimanya menikmati kue-kue kering sisa lebaran kemarin dan sirup dingin, seekor kucing gendut keluar dari dalam rumah.
“Sini manis,” pangil Vina melihat hewan peliharaannya datang.
Manis menurut dan berjalan ke arah Vina, lalu tidur di pangkuan tuannya. Vina mengelus-elus kucing kesayangannya itu.
“Gemuk sekali kucingmu Vin,” kata Neni.
“Iya..... mirip....,” sahut Boni sengaja menggantung kata-katanya.
“Kamu ini Bon, suka sekali mengejek Rina gendut. Biar jelek-jelek gitu kan dia teman kita juga,” sambung Andi.
“Jangan nuduh sembarangan dong Ndi. Aku mau bilang mirip Garfield kog,” bantah Boni.
Vina dan Neni tertawa dibuatnya. Arif pun terlihat tersenyum sedikit. Vina yang sempat melihat sekilas langsung terpikat. Tambah keren saja kalau dia tersenyum begitu pikirnya.
“Si Manis gendut begini lagi hamil,” jelas Vina akhirnya.
“Nah, kali ini kamu nggak bisa mungkir lagi Bon. Ayo tanggung jawab,” langsung saja Andi bersuara, takut didahului Boni.
“Enak aja. Masak aku yang bertangungjawab, kamu kan juga terlibat,” balas Boni.
Kembali Vina dan Neni tertawa, kali ini lebih keras. Arif yang tadinya hanya tersenyum, kini ikut tertawa kecil hingga gigi-giginya yang putih terlihat. Duh kerennya, gumam Vina dalam hati.

Rabu, 16 Juni 2010

Pelurusan rambut (bonding)

Untuk anda yang sudah memiliki rambut lurus tapi sedikit berombak anda dapat mencoba (meluruskan rambut) smoothing (proses ini hanya sedikit berbeda dengan bonding yaitu obat yang digunakan tidak sekeras obat bonding). Dan harga yang ditawarkan relatif lebih murah. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika anda ingin mencoba bonding.
Namun untuk anda yang memiliki rambut yang sangat keriting, anda dapat mencoba dengan meluruskan rambut (bonding). Hasil dari rambut bonding pun lebih kaku dibandingkan dengan hasil smoothing. Dan dari segi harga pun relatif lebih sedikit mahal. Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk anda yang berambut keriting, tetapi ingin mencoba smoothing. Se mua dapat di sesuaikan dengan kebutuhan anda. Dan selanjutnya akan dibahas tentang cara meluruskan rambut. Meluruskan rambut dapat anda lakukan sendri dirumah.
Langkah ke 1 anda harus membeli obat pelurus.obat pelurus ada berbagai macam seperti : Goldwell,Duval,Makarizo,X-pert,dsb.Pemilihan obat pelurus dapat anda sesuaikan dengan keinginan anda.
Langkah ke 2, anda membilas rambut anda sampai benar-benar bersih.
Langkah ke 3 , rambut dikeringkan dengan menggunakan hairdryer(agar rambut tidak semakin rusak gunakan hairdryer dingin-sedang,jangan terlalu panas akan menyebabkan rambut kering dan bercabang dan untuk rambut yang keriting jangan dikeringkan sampai 100% tp biarkan agak basah sekitar 10%).
Langkah ke 4, Anda mencatok rambut anda (kalau tidak terbiasa mencatok rambut sendiri,minta bantuan pada saudara/teman anda).
Langkah ke 5, mulai lah dengan mengoleskan obat pelurus step 1 pada setiap helai rambut sampai merata (pada saat telah menaruh obat pelurus step 1, jangan menyisir rambut terlalu kencang karena akan membuat ujung rambut menjadi kurs) setelah selesai mengoleskan pada semua bagian rambut diamkan antra 30 menit- 1 jam (untuk rambut yang tidak terlalu keriting,diamkan selama 30 menit saja).
Langkah ke 6, bilas rambut hingga bersih dengan shampo dan mengunakan air hangat (jangan sampai obat step 1 masih tertinggal dirambut karena akan menyebabkan kerusakan pada rambut ketika akan menaruh obat pelurus step 2).
Langkah ke 7, keringkan rambut anda(seperti langkah ke 3).
Langkah ke 8, catok lagi rambut anda.
Langkah ke 9, oleskan obat step 2 pada setiap helai rambut (diamkan selama 30-45 menit). Langkah ke 10, bilas rambut anda dengan menggunakan air hangat hingga bersih.
Langkah ke 11, keringkan rambut anda dengan hairdryer (seperti langkah ke 3).
Langkah 12, catok rambut anda. Diamkan rambut anda selama 3-4 hari.
Setelah itu dapat dibilas seperti biasa.

Tentang Puasa

Jadwal dan Makna Puasa Sunah
Contributed by Webmaster Cimbuak
Monday, 13 June 2005
JADUAL & MAKNA “PUASA SUNAH― 2005 SESUAI KALENDER MASEHI

1. PUASA PADA HARI SENIN DAN KAMIS
2. PUASA TIGA HARI SETIAP BULAN â€â€oe TANGGAL 13, 14, 15 KALENDER ISLAM
ÂÂ

- 25, 26 Januari 2005 / Dzulhijjah 1425 H
Tanggal 24 Januari 2005 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1425 H.

Hari tidak diperkenankan puasa.

- 22, 23, 24 Februari 2005 / Muharram 1426 H
- 23, 24, 25 Maret 2005 / Shafar 1426 H
- 22, 23, 24 April 2005 / Rabi'ul Awwal 1426 H
- 22, 23, 24 Mei 2005 / Rabi'ul Akhir 1426 H
- 20, 21, 22 Juni 2005 /Jumadil Awwal 1426 H
- 20, 21, 22 Juli 2005 /Jumadil Akhir 1426 H
- 18, 19, 20 Agustus 2005 / Rajab 1426 H
- 17, 18, 19 September 2005 /Sya'ban 1426 H
Puasa Ramadhan 1426 H - 5 Oktober - 2 November 2005

- 5, 16, 17 November 2005 / Syawwal 1426 H
- 15, 16, 17 Desember 2005 / Dzulqa'idah 1426 H

3. PUASA SEPERTIGA BULAN â€â€oe YAKNI DI BULAN DZULHIJJAH

Antara 12 Januari - 9 Februari 2005
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Tanggal 20 Januari 2005.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha â€â€oe 10 Dzulhijjah / 21 Januari 2005.
Hari tasyriq 11, 12, 13 Dzulhijjah / 22, 23, 24 Januari 2005.

4. PUASA BULAN MUHARRAM - 'ASYURA' SELAMA 3 HARI - 9, 10, 11
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura) 18, 19, 20 Februari 2005.

5. PUASA PADA SEBAGIAN BULAN SYA'BAN
Antara 5 September - 4 Oktober 2005.

6. PUASA PADA BULAN SYAWWAL - 6 HARI
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal antara 4 November - 2 Desember 2005.

7. PUASA DAUD â€â€oe BERPUASA SELANG SELING
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.

Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
-----------------------------

MAKNA PUASA SUNAH DALAM SETAHUN
Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkan kepada umatnya agar
melakukan puasa pada hari-hari tertentu yang Rasulullah SAW sendiri biasa melakukan puasa pada hari-hari tersebut
seperti dibawah ini.

1. ENAM HARI PADA BULAN SYAWAL

Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh jamaah ahli hadis kecuali Bukhari, Nasa'i dari Abu Ayyub al-
Anshari bahwa Rasulullah saw bersabda,

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu mengiringinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakanakan
dia telah berpuasa selama satu tahun (sepanjang masa)."

Puasa tersebut menurut Imam Ahmad dapat dilakukan berturut-turut atau tidak berturut-turut dan tidak ada kelebihan
antara yang satu dengan yang lainnya.

Sedangkan menurut golongan Hanafi dan golongan Syafi'i, lebih utama melakukannya secara berturut-turut, yaitu
setelah hari raya.

2. PUASA TANGGAL 9 DZULHIJJAH (ARAFAH) BAGI SELAIN ORANG YANG
MELAKSANAKAN HAJI

Kesunnahan berpuasa pada tanggal tersebut didasarkan pada hadis-hadis :
a. Dari Abu Qatadah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua
tahun, yaitu satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang." (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).

b. Dari Hafshah ra, dia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw, yaitu puasa Asyura,
puasa sepertiga bulan (yakni bulan Dzul Hijjah), puasa tiga hari dari tiap bulan, dan shalat dua rakaat sebelum Subuh."
(HR Ahmad dan Nasa'i).
c. Dari Uqbah bin Amir ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Hari Arafah, hari Kurban dan hari-hari Tasyriq adalah hari
raya umat Islam dan hari-hari tersebut adalah hari-hari makan dan minum." HR Khamsah (lima imam hadis) kecuali Ibnu
Majah dan dinyatakan sahih oleh Tirmidzi.
d. Dari Ummu Fadhal, dia berkata, "Mereka merasa bimbang mengenai puasa Nabi saw di Arafah, lalu Nabi saw saya
kirimi susu. Kemudian Nabi saw meminumnya, sedang ketika itu beliau berkhotbah di depan umat manusia di Arafah."
(HR Bukhari dan Muslim).

3. PUASA BULAN MUHARROM DAN SANGAT DIANJURKAN PADA TANGGAL 9 DAN
10 (TASU'A DAN 'ASYURA)

Hal ini berdasarkan pada hadis-hadis :
a. Dari Abu Hurairah ra dia berkata, "Rasulullah saw ditanya, 'Shalat apa yang lebih utama setelah salat fardhu?' Nabi
menjawab, 'Shalat di tengah malam'. Mereka bertanya lagi, 'Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?'
Nabi menjawab, 'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan Muharrom'." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

b. Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra, dia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Hari ini adalah hari 'Asyura
dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, maka siapa yang mau, silahkan puasa dan
siapa yang tidak mau, maka silahkan berbuka." (HR Bukhari dan Muslim).

Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
c. Dari Aisyah ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy di masa jahiliyah,
Rasulullah juga biasa mempuasakannya. Dan tatkala datang di Madinah, beliau berpuasa pada

hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda,
'Siapa yang ingin berpuasa, hendaklah ia berpuasa dan siapa yang ingin meninggalkannya, hendaklah ia berbuka'."
(Muttafaq alaihi).

d. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Nabi saw datang ke Madinah lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada
hari 'Asyura', maka Nabi bertanya, 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, hari 'Asyura' itu hari baik, hari Allah SWT
menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israel dari musuh mereka
sehingga Musa as berpuasa pada hari itu. Kemudian, Nabi saw bersabda, 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada
kamu', lalu Nabi saw berpuasa pada hari itu dan menganjurkan orang agar berpuasa pada hari itu." (Muttafaq alaihi).

e. Dari Abu Musa al-Asy'ari ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' itu diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikan
sebagai hari raya. Maka, Rasulullah saw bersabda,"Berpuasalah pada hari itu." (Muttafaq alaihi).
f. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Tatkala Rasulullah saw berpuasa pada hari 'Asyura' dan memerintahkan orang-orang
agar berpuasa pada hari itu, mereka berkata, "Ya Rasulullah, ia adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan
Nashrani," maka Nabi saw bersabda, "Jika datang tahun depan, insya Allah kami berpuasa pada hari kesembilan (dari
bulan Muharrom)."
Ibnu Abbas ra berkata, "Maka belum lagi datang tahun depan, Rasulullah saw sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Daud).

g. "Puasa 'Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu." (HR. Muslim).
Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura' itu ada tiga tingkat : tingkat pertama, berpuasa selama tiga hari yaitu
hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas. Tingkat kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. Tingkat
ketiga, berpuasa hanya pada hari kesepuluh saja.

4. BERPUASA PADA SEBAGIAN BESAR BULAN SYA'BAN

Hal ini berdasarkan hadis :
a. Dari Aisyah ra berkata, "Saya tidak melihat Rasulullah saw melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali
pada bulan Ramadhan dan tidak satu bulan pun yang Nabi saw banyak melakukan puasa di dalamnya daripada bulan
Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim).

b. Dari Usamah bin Zaid ra berkata, Aku berkata, "Ya Rasulullah saw, tidak satu bulan yang Anda banyak melakukan
puasa daripada bulan Sya'ban !"
Nabi menjawab: "Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan
itulah amal-amal manusia diangkat (dilaporkan) kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka, saya ingin amal saya dibawa naik
selagi saya dalam berpuasa." (HR Nasa'i dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Khuzaimah).

5. BERPUASA PADA HARI SENIN DAN KAMIS
Hal ini berdasarkan pada hadis Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, lalu
orang-orang bertanya kepadanya mengenai sebab puasa tersebut, lalu Nabi saw menjawab, "Sesungguhnya amalanamalan
itu dipersembahkan pada setiap Senin dan Kamis, maka Allah
berkenan mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka Allah berfirman, "Tangguhkanlah
kedua orang (yang bermusuhan ) itu !"
(HR Ahmad dengan sanad yang sahih).

Dalam sahih Muslim diriwayatkan bahwa Nabi saw ditanya orang mengenai berpuasa pada hari Senin, maka beliau
Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
bersabda, "Itu hari kelahiranku dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku."
(HR Muslim).

6. BERPUASA TIGA HARI SETIAP BULAN

Dari Abu Dzarr al-Ghiffari ra berkata, "Kami diperintah Rasulullah saw untuk melakukan puasa tiga hari dari setiap bulan,
yaitu hari-hari terang bulan, yakni tanggal 13, 14 dan 15, sembari Rasul saw bersabda, 'Puasa tersebut seperti puasa
setahun (sepanjang masa)'."
(HR Nasa'i dan dishahihkan oleh Ibnu
Hibban).

Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya :
“Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan
itu. Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari.
Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.―

7. BERPUASA SELANG-SELING (SEPERTI PUASA DAUD)

Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah saw telah bersabda, "Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan
salat yang paling disukai Allah adalah salat Daud. Ia tidur seperdua (separoh) malam, bangun sepertiganya, lalu tidur
seperenamnya, dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari."

---------------------------------

Referensi :

Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-
Albani

Al-ISLAM - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34

Hari-Hari puasa Sunah

Bismillahirrahmaanirrahiim
PUASA SUNAH
1. Puasa hari Senin dan Kamis
Amal perbuatan seorang hamba akan diaudit (diperiksa) setiap hari Senin dan Kamis.
Karena itu, alangkah mulianya seorang hamba jika ketika datang hari audit keadaannya tengah berpuasa. (HR. Tirmidzi)
2. Puasa 6 (enam) hari dalam bulan Syawal
Puasa ini dilaksanakan pada bulan Syawal setelah Ramadhan, yakni tanggal 2-29 Syawal (HR. Muslim).
Puasa ini dilaksanakan selama enam hari. Tak ada satu keterangan pun yang menjelaskan apakah puasa tersebut dikerjakan berturut-turut atau terpisah-pisah. Hal ini menunjukkan bahwa kita diberi kebebasan untuk menentukan sendiri (apakah mau berturut-turut atau terpisah-pisah), itu semua bergantung pada situasi dan kondisi per individu, yang penting harus dilakukan pada bulan Syawal.
3. Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa Tasu’a dan Asyura dilaksanakan tanggal 9 dan 10 bulan Muharam. Puasa ini termasuk berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Muharam. Puasa Asyura menghapus dosa tahun lalu. Sebelumnya Rasulullah SAW telah melaksanakan shaum pada tanggal 10 Muharam (asyura). Namun sebelum meninggal, beliau berniat melaksanakan shaum pada tanggal 9. Sabda Rasulullah SAW: Apabila tahun depan telah tiba, insya Allah kita berpuasa juga pada hari kesembilan. Walaupun beliau belu sempat melaksanakannya (HR. Muslim). Sunah semacam ini dikalangan ahli fikih dinamakan sunah hamiyah (cita-cita/rencana) Nabi SAW yang tidak sempat beliau laksanakan.


4. Puasa selang sehari/Shaum Daud
Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling disenangi Allah SWT ialah puasa Nabi Daud dan shalat yang paling dicintai Allah SWT adalah shalat Nabi Daud. Ia tidur separo malam, bangun untuk ibadah sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam. Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari. Dan inilah shaum yang paling tangguh karena menuntut stamina yang sangat prima. (HR Muslim, Sahih Musim bi Syarjhi al-Nawawi)
5. Puasa bulan Sya’ban
Rasulullah SAW: tidak pernah berpuasa sebanyak puasanya di bulan Sya’ban. Beliau pernah berpuasa sepenuhnya atau sebagian besar dari hari-harinya.Rasulullah SAW suka meningkatkan frekuensi shaum sunah pada bulan Sya’ban (HR. Bukhari dan Muslim).
Sya’ban adalah bulan kedelapan pada penanggalan tahun hijriah, sementara Ramadhan bulan kesembilan. Jadi Sya’ban posisinya sebelum Ramadhan.Maksudnya Rasulullah SAW shaum secara penuh selama satu bulan hanya di bulan Ramadhan. Sementara , bulan Sya’ban adalah bulan yang paling banyak diisi dengan shaum sunnah oleh Nabi SAW, seperti shaum senin-kamis, shaum daud, dll.
6. Puasa pada hari-hari putih/Shaum 3 hari setiap bulan
Yang dimaksud dengan hari-hari putih adalah hari yang siangnya memang terang dan malamnya pun terang bulan. Hari-hari putih itu adalah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.Shaum tiga hari setiap bulan seperti shaum sepanjang tahun (HR. Bukhari dan Muslim). Shaum ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 setiap bulan di tahun Hijriah (HR Tirmidzi).
7. Puasa Arafah
Shaum Arafah adalah shaum yang dilaksanakan pada sembilan Dzulhijjah. Disebut shaum arafah karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan kaum muslim yang tengah melakukan wukuf di Arafah (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Bagi orang yang tidak melaksanakan haji, disunahkan untuk shaum, sedangkan bagi yang tengah melaksanakan haji, dilarang shaum. Shaum arafah dapat menghapus dosa dua tahun yaitu setahun yang lalu dan yang tersisa (HR Muslim)
8. Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dihitung dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 9. Hari tanggal 9 Dzulhijjah itu disebut hari Arafah dan puasanya disebut puasa Arafah, karena jamaah haji pada hari itu sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Jadi pada bulan Dzulhijjah seseorang dapat puasa 9 hari, termasuk di dalamnya puasa tarwiyah dan puasa Arafah.
9. Puasanya orang bujangan yang belum mampu menikah
Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang tidak kuasa untuk menikah, hendaklah ia puasa karena puasa itu menjadi penjaga baginya.
PUASA YANG DILARANG
Shaum adalah ibadah mahdah. Artinya, seluruh pelaksanaannya telah diatur dalam AlQuran atau sunah, tidak dibenarkan kita menambahi atau menguranginya. Walaupun shaum itu ibadah yang mulia, tetapi kalau waktu dan cara pelaksanaannya tidak mengikuti ketentuan Allah dan Rosul, nilainya akan hampa. Karena itu, kita perlu mengetahui waktu-waktu yang terlarang untuk melaksanakannya:
1. Shaum pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha
Idul Fitri jatuh pada tanggal satu Syawal dan Idul Adha pada tanggal sepuluh Dzulhijjah. Jadi, haram shaum pada waktu-waktu tersebut (HR. Bukhari)
2. Shaum pada Hari Tasyriq
Hari Tasyrik adalah hari makan, minum dan menyebut (mengingat) Allah SWT . (HR. Muslim)Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (setelah Idul Adha).
3. Shaum Sepanjang Masa
Islam mengharamkan shaum tiap hari tanpa henti/jeda (HR. Bukhari), kecuali Ramadhan. Shaum yang disunahkan paling maksimal adalah shaum daud, yaitu shaum sehari dan berbuka sehari.
4. Shaum Khusus pada Hari Sabtu
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Sabtu (HR. Ahmad), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.
5. Shaum Khusus pada Hari Jum’at
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Jum’at (HR. Bukhari dan Muslim), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.
6. Shaum di Arafah
Orang yang sedang melaksanakan haji (wukuf di Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah) diharamkan melaksanakan shaum (HR. Abu Daud dan Nasa’i)
7. Wanita yang Haid dan Nifas
Jika sedang haid atau nifas, wanita diharamkan shaum dan sholat. (HR. Bukhari)
8. Shaum Wishal
Shaum wishal adalah shaum yang berkesinambungan tanpa berbuka walaupun waktunya sudah tiba. Saat azan maghrib dia tidak berbuka hingga keesokan harinya. Shaum macam ini diharamkan dalam Islam. (HR. Bukhari)
9. Shaum pada Hari yang Meragukan
Sebelum melaksanakan Ramadhan, kita harus mendapatkan kepastian apakah sudah masuk Ramadhan atau belum. Kalau belum ada kepastian, sebaiknya kita tidak shaum karena shaum pada hari yang meragukan itu terlarang. (HR. Tirmidzi)
10. Shaum Mendahului Ramadhan
Kalau hari pertama adalah besok, hari ini dan kemarin dilarang shaum. Namun, bagi orang-orang yang terbiasa melaksanakan shaum sunah, larangan ini tidak berlaku. (HR. Bukhari dan Muslim)


PUASA KIFARAT
Dalam syariat Islam ada empat puasa kifarat yaitu:
1. Puasa kifarat karena membunuh seorang muslim tanpa disengaja. Kesalahan tersebut mewajibkan pelaksanaan salah satu dari dua denda, yaitu diyat atau kifarat.
Kifarat untuk itu ada dua macam yaitu:
1. Memerdekan hamba beriman yang tidak ada cela pada dirinya yang menghambat kerja atau usaha
2. Puasa 2 (dua) bulan berturut-turut.
Ulama Syafi’iyah menambahkan bahwa jika seseorang karena tua atau sangat lemah tidak kuat berpuasa, maka ia dapat menggantikannya dengan member makanan untuk 60 orang miskin masing-masing 1 mud (+ 1 liter)
2. Puasa kifarat karena seorang suami melakukan zhihar. Karena ucapan zhihar itu suami tersebut bergaul dengan istrinya. Kemudian ia bermaksud menarik kembali ucapan zhiharnya itu karena keinginannya untuk bergaul seperti sebelum terjadinya zhihar.
1. Wajib membayar kifarat, ialah memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika ia tidak kuat berpuasa, maka ia terkena hokum wajib member makanan untuk orang-orang miskin sebanyak 60 orang masing-masing 1 mud.
3. Puasa kifarat karena seseorang bersumpah lantas dengan sengaja ia melanggar sumpahnya. Pelanggaran tersebut menyebabkannya terkena kifarat sumpah, yaitu:
1. Wajib memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
2. Wajib memberi makan/pakaian 1 orang miskin atau jika itupun ia tidak mampu,
3. Wajib berpuasa 3 hari
4. Puasa kifarat karena seorang yang sedang ihram membunuh binatang buruan, baik yang halal maupun yang haram. Kifaratnya adalah:
1. Menggantinya dengan hewan ternak yang seimbang dengan binatang buruan yg dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil dan disembelih sebagai hadya (kurban) di tanah haram serta dagingnya diberikan kepada fakir miskin, atau jika tidak mampu,
2. Memberi makanan kepada fakir miskin yang banyaknya sedemikian rupa sehingga seimbang dengan hadya (hewan pengganti) tersebut, atau
3. Berpuasa sejumlah hari yang seimbang dengan makanan yang seharusnya ia keluarkan (jumlah hari puasa itu adalah sebanyak mud yang diberikan kepada fakir dan miskin. Mud tersebut dibanding seimbangkan dengan hewan yang disembelih tadi).
Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat ia berbuka puasa, dan kegembiraan saat berjumpa Tuhannya.
Demi Dzat yang menguasai Jiwaku! Sesungguhnya bau orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah daripada wangi minyak misik (Hadits Qudsi)
Sumber:
1. Keistimewaan Ramadlan dan Tuntunan Shaum, Prof. KH. Masdar Helmy, Babussalam
2. Agenda Percikan Iman

Tentang Puasa Rajab

Tentang Puasa Rajab Cetak E-mail
Ditulis oleh Dewan Asatidz
Bapak Ustad, saya mendapatkan informasi kalau puasa Rajab tanggal 1 akan menghapus dosa selama 3 tahun, tanggal 2 akan menghapus dosa 2 tahun, tanggal 3 akan menghapus dosa 1 tahun, tanggal 4 akan menghapus dosa selama 1 bulan, dan amal di bulan rajab akan diberi pahala 70 kali lipat. Tanya:

Bapak Ustad, saya mendapatkan informasi kalau puasa Rajab tanggal 1 akan menghapus dosa selama 3 tahun, tanggal 2 akan menghapus dosa 2 tahun, tanggal 3 akan menghapus dosa 1 tahun, tanggal 4 akan menghapus dosa selama 1 bulan, dan amal di bulan rajab akan diberi pahala 70 kali lipat.

Saya tidak tahu dasar hukumnya puasa Rajab dan kebenaran informasi tsb. Saya sudah mencoba mencari di buku Fiqh Islam karangan H. Sulaiman Rasjid dan buku Riadhus Shalihin karangan Ust. Al Hafidh. Mungkin karena keterbatasan pengetahuan saya sehingga tidak mengetahuinya.

Atas bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih.


Budi Fachrudin - Depok

Jawab:

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi saw, 'Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.' Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"

Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Adapun hadis yang Anda sebut itu, kami juga tak menemukannya. Ada beberapa hadis lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini:

* "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
* Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
* "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
* Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."

Hadis-hadis tersebut dha'if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.

Ibnu Hajar, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha'if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.

Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.

Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (spt yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.

Semangka

Anda tentu sudah mengenal buah semangka, bukan? Buah berukuran besar dengan bentuk bulat, berkulit hijau, dan daging buahnya yang manis berwarna merah atau kuning. Buah ini banyak sekali mengandung air, sehingga buah ini terasa sangat segar apabila dimakan saat musim panas.

Selain bisa dimakan langsung, buah semangka ternyata nikmat juga bila dibuat minuman jus. Anda tidak hanya mendapat kesegaran, tapi juga memperoleh segudang manfaat jus semangka yang mungkin Anda sendiri belum pernah mengetahuinya.

Kandungan Jus Semangka

Jus semangka yang kita konsumsi kaya akan likopen, zat warna/pigmen yang sering kita jumpai pada buah seperti semangka atau tomat. Vitamin yang bisa kita temui di dalam jus semangka juga memiliki kadar yang cukup tinggi, seperti vitamin A, B, dan C. Tak hanya itu, jus semangka juga tinggi kalium, karbohidrat, protein, serat, dan beberapa zat penting lain seperti sitrulin, arginin, dll.

Manfaat Jus Semangka

Ada banyak sekali manfaat jus semangka yang bisa Anda dapat bila Anda rutin meminumnya.

  • Bila jus semangka kaya akan vitamin A, sudah tentu bila Anda mengkonsumsinya secara teratur, kesehatan mata Anda akan terjaga tanpa harus mengalami gangguan.
  • Vitamin C yang ada pada jus semangka juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan atau kekebalan tubuh agar Anda tidak mudah sakit.
  • Bila Anda sedang melakukan diet, Anda bisa merasakan manfaat jus semangka yang lain, yaitu membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Jus semangka akan mudah mengenyangkan perut Anda. Apalagi jus semangka adalah minuman rendah kalori karena memiliki kadar gula yang sedikit.
  • Jus semangka kaya akan kalium, zat yang bisa menjaga keseimbangan tekanan darah. Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa mencoba merasakan manfaat jus semangka yang satu ini
  • Jus semangka kaya akan likopen yang merupakan zat antioksidan yang sangat ampuh untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit, misalnya seperti kanker prostat atau kanker usus besar. Para wanita sangat dianjurkan untuk meminum jus semangka sebagai pencegah kanker mulut rahim.
  • Jus semangka diklaim mampu meningkatkan vitalitas kaum pria sekaligus meningkatkan kualitas sperma. Bahkan, bagi pria yang divonis tidak subur pun, bisa mencoba manfaat jus semangka yang satu ini. Bila diminum secara rutin dan teratur, ada kemungkinan untuk kembali subur dengan kualitas sperma yang baik.
  • Manfaat jus semangka yang lain adalah untuk membantu memperlancar proses pencernaan dalam perut, karena minuman ini kaya akan serat yang sangat berguna untuk mencegah resiko susah buang air besar.
  • Ada yang mengatakan bahwa mengkonsumsi jus semangka akan membuat kita ingin buang air kecil terus. Ini benar, tapi tentu ini bukan hal yang merugikan, karena dengan mengkonsumsi jus semangka, Anda malah akan terhindar dari penyakit batu ginjal.
  • Jus semangka juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan lain seperti demam, sariawan, atau diare. Jus semangka juga disinyalir mampu meningkatkan kinerja jantung agar tubuh tetap sehat.

Itu adalah sederet manfaat jus semangka yang mungkin belum Anda ketahui. Banyak yang mengira bahwa jus semangka hanya bagus bagi para pelaku diet rendah kalori, padahal minuman ini pun juga sangat dianjurkan bagi Anda yang tidak melakukan diet. Jadi, sangat mudah sekali untuk hidup sehat, bukan? Anda tinggal meminum jus semangka secara rutin, tubuh pun akan terhindar penyakit.