Jumat, 18 Juni 2010
cERITA pENDEK
“Pagi hari, di kediaman keluarga darmawan…..
“Ya….. masa Dinda ke skul harus naik angkot sich, Bun?”
”Hari ini Pak Kosim nggak bisa ngantar. Karena anak nya lagi sakit, dan semalam dia izin pulang. Udah, sekali-kali kamu berangkat naik angkot, napa? Buruan sana berangkat, ntar kamu telat lho!!!”
”Ya udah dech….Dinda pergi dulu ya, Bun!”
Hari ini adalah hari yang menjengkelkan bagi Dinda. Karena supirnya harus nemani anaknya di rumah sakit. Alhasil dia harus berangkat ke skul naik angkot.
”Duh Bunda ne, kenapa nggak nyari orang lain sich buat nganterin aku, terpaksa dech aku naik angkot. Mana panas lagi.”
Saat dia lagi sibuk mengoceh, tiba-tiba muncul cowok yang cakep banget duduk tepat di sebelah Dinda. Dan jantung Dinda hampir aja copot saat tu cowok senyum dengannya.
Dinda ngerasaain perasaan yang lega dan semua kekesalannya hilang seketika. Karena senyum cowok itu sangat manis, apalagi ditambah dengan sorot matanya yang teduh banget, yang dapat menutupi rasa sakit yang udah lama tertahankan olehnya.
Seharian ini kerja Dinda hanya senyum-senyum sendiri, bundanya aja malah nganggap kalo Dinda kesambet setan halte bus.
”Duh….tu cowok manis banget ya…… saat gue liat mukanya, gue ngerasa kalo beban gue naik bus itu musnah semua. Sapa ya nama tu cowok? Rasanya gue pengen banget kenalan ama tu cowok. Py gue malu. Hm…. gue kasih nama “Teduh” aja dech… Coz matanya tu teduh banget. And mulai besok gue bakalan naik bus dech… coz gue pengen ngeliat muka tu cowo lagi” pikir Dinda yang masih nggak berhenti memikirkan cowok tadi, dan akhirnya dia tidur sambil berharap bisa menemukan cowok itu di mimpi indahnya.
Paginya….
“Bun, Dinda pergi skul dulu ya…!!!” pamit Dinda sambil mencium pipi bundanya
“Lho Din, kamu nggak nunggu Pak Kosim dulu?”
”Nggaklah Bun, hari ini Dinda pengen naik bus aja….da Bunda,” ucap Dinda sambil berlari meninggalkan rumahnya.
Sesampainya di halte bus…..
”Duh si teduh mana ya? Kok belom datang sich?” batin Dinda gelisah karena sang pujaan hati belum juga menampakkan batang hidungnya.
Tapi baru saja Dinda gelisah dengan pertanyaan yang ada di hatinya, tiba-tiba muncul seorang cowok yang bermata teduh. Cowok itu tersenyum dan menyapa Dinda.
”Hei….. Kamu baru naik bus ya?” sapa cowok itu yang berhasil membuat Dinda terpaku.
”Lho koq diam?”
”Eh….sorry…. tadi kamu bicara apa?”
”Aku tanya, kamu baru naik bus ya? Soalnya aku baru ngeliat kamu semalam”.
”Ha…, oh iya…..nam…..” belum Dinda menyelesaikan pertanyaannya, tiba-tiba bus yang menuju ke sekolah Dinda datang.
”Eh… tu bus kamu udah datang”.
”Oh iya….hm… aku berangkat duluan ya…,” pamit Dinda yang dibalas dengan senyuman teduh itu lagi. Dan rasanya langkah Dinda berat banget buat ninggalin ”teduh” nya itu.
Cerpen Cinta Remaja: Gita
Kadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Di sitiulah perasaan bermakna, salah satunya adalah cinta. Apa yang dialami Gita memang biasa, terjadi pada manusia umumnya. Tetapi ini menjadi luar biasa, ketika ia merasa bahwa simpatinya sebagaimana pungguk merindukan bulan.
sudah dua minggu ia memendam seribu rasa yang membuat jantungnya berdebar kencang saat melihat sang pujaan hatinya.
“Kita pilih duduk di sini aja. Ayo dong ceritain gebetan barumu,” tiba-tiba terdengan suara serak yang mengusik lamunan Gita.
“Iya... Ri, mumpung kita ngumpul nih,” jawab teman Qori.
Gita
“Masak lo main rahasiaan sama geng sndiri,” tutur temannya lagi.
Gita mendadak gugup. Nggak salah lagi itu Qori. Qori dari geng The SRIES, cowok yang sangat dikagumi para cewek-cewek di sekolah.
Gita nyaris nggak bergerak. Mneyadari cowok tampan yang sedang ditaksirnya itu ada di meja belakangnya. Saat sedang barengan dengan teman-teman aja Gita sudah nervous .... apalagi sekarang ia sedang sendirian. Tapi untuk yang satu ini, rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Dan apa tadi? Mereka lagi ngomong soal gebetannya Qori. Wah..... Wah....
“Jadi bener nih, dia tinggal di jalan Tumbuhan?” tanya teman Qori.
Deg, Gita nyaris tersentak. Bukankah itu jalan tempat ia tinggal? Jalan itukan kecil, jadi ia kenal hampir semua penghuninya. Kayaknya nggak ada yang seumuran dia, rata-rata sudah kuliah dan kerja. Rasa ingin tahunya semakin memuncak.
“Iya, anak kelas satu juga. aku memang naksir dia. Soalnya dia manis banget, pintar dan baik. Pasti dong banyak saingannya. Makanya aku jaga jarak biar dia penasaran,” suara Qori terdengar riang.
Sketsa Cinta dan Bintang Kertas
Aku baru tahu sekarang, kenapa Joko selalu melamun setiap selesai mengerjakan PR di meja belajarnya. Aku sempat berpikir aneh-aneh tentang teman sekamarku itu. Tiada malam tanpa melamun, itulah semboyan dia sekarang. Setiap kali aku tanya, dia hanya menjawab “ini soal hati, men,” lalu melamun lagi.
Aku juga baru paham sekarang, kenapa Johan selalu terperangah setiap kali melihat ada perempuan yang lewat di depannya, mengibaskan wangi parfum ke batang hidungnya. Dia selalu terdiam selama beberapa menit menatap lurus pada wanita yang lewat di matanya, di pikirannya lalu di hatinya. Aku baru mengerti, kenapa mereka seperti itu. Penyebabnya tak lain yaitu karena: wanita adalah makhluk terindah. Dengan senyumnya, wanita mampu menaklukkan api, dengan tatapan matanya, wanita bisa mencairkan es di kutub utara. Dengan suara merdunya, wanita mampu menidurkan srigala, dengan kelembutan sentuhannya, wanita bisa menundukkan dunia.
* * *
“Hanif, bener si Neni belum punya cowok?” Aku bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.
“Iya, Rangga, dia belum punya cow!.” Sudah sepuluh kali Hanif mengatakan hal yang sama. Aku masih juga tidak yakin. “Lalu, gimana dengan Rio? Kabarnya Neni ‘kan naksir abis sama Rio?” Aku memasang tampang cemberut, aku masih tidak percaya apa kata Hanif.
“Rio itu udah punya cewek di kampung, jadi dia gak akan mau sama Neni. Lagian, Neni itu ‘kan cewek tomboy. Hayooo… kamu suka sama dia ya?” Hanif menggelitik perutku.
“Eh, homo!!! Hahaha….” kami tertawa bersama. Tawa yang akan menyelinapkan duka di hatiku. Tawa yang akan mengantarkanku pada air mata pertama, yang jatuh karena wanita. Aku melanjutkan, “Emmm…suka sich gak, aku pengen tahu aja, Nif….”“Makanya, jangan makan rumus aja. Ini ke mana-mana bawa rumus gravitasi. Udahlah, bentar lagi masuk. Aku ke kelas dulu.” Hatiku lega mendengar apa yang barusan disampaikan Hanif. Aku Cuma bisa berdo’a, semoga saja dia benar
Cerpen Cinta Remaja : Cowok Idaman
Vina senang sekali Arif datang ke rumahnya. Cowok yang sudah lama ditaksirnya itu datang untuk mengerjakan tugas kelompok dari guru Bahasa Indonesia mereka. Tentu saja Arif tidak datang sendiri, tapi bersama-sama teman sekelas lainnya. Walau begitu Vina tetap senang, paling tidak cowok keren itu kini tahu alamat rumahnya.
Setalah dua jam lebih membuat tugas naskah drama, Vina dan teman-temannya bersantai di teras depan. Vina memberi teman-temannya itu kue-kue kering dan sirup dingin.
“Wah, nggak usah repot-repot Vin,” kata Andi. Tapi ketika ia berkata itu tangannya sudah menyerobot mengambil segelas sirup dan langsung meminumnya hingga tingal separuh.
“Iya Vin, nggak usah repot-repot.... keluarkan saja semuanya,” sahut Boni menyambung canda temannya. Ia pun mengambil segelas sirup.
“Ah, kalian ini bikin malu saja,” gerutu Neni melihat tingkah keduanya.
Vina tidak menanggapi kelakar dua badut kelas mereka itu. Ia malah memperhatikan Arif yang dari tadi diam saja. Cowok ini memang tidak banyak bicara, kesan cool begitu. Inilah yang membuat banyak cewek yang naksir, termasuk Vina.
“Ayo Rif, diminum,” kata Vina menyodorkan segelas sirup pada Arif.
“Wah, cuma Arif aja nih yang ditawarin minum,” goda Andi.
“Kalo kamu kan nggak perlu ditawarin udah langsung ambil sendiri, Ndi,” sahut Vina sewot.
“Maklum deh Vin. Andi kan cemburu tuh,” Boni ikut nimbrung.
Wajah Andi bersemu merah karena kata-kata Boni. Tak terdengar lagi suaranya. Memang selama ini ia diam-diam menaruh hati pada Vina.
Sedang asik kelimanya menikmati kue-kue kering sisa lebaran kemarin dan sirup dingin, seekor kucing gendut keluar dari dalam rumah.
“Sini manis,” pangil Vina melihat hewan peliharaannya datang.
Manis menurut dan berjalan ke arah Vina, lalu tidur di pangkuan tuannya. Vina mengelus-elus kucing kesayangannya itu.
“Gemuk sekali kucingmu Vin,” kata Neni.
“Iya..... mirip....,” sahut Boni sengaja menggantung kata-katanya.
“Kamu ini Bon, suka sekali mengejek Rina gendut. Biar jelek-jelek gitu kan dia teman kita juga,” sambung Andi.
“Jangan nuduh sembarangan dong Ndi. Aku mau bilang mirip Garfield kog,” bantah Boni.
Vina dan Neni tertawa dibuatnya. Arif pun terlihat tersenyum sedikit. Vina yang sempat melihat sekilas langsung terpikat. Tambah keren saja kalau dia tersenyum begitu pikirnya.
“Si Manis gendut begini lagi hamil,” jelas Vina akhirnya.
“Nah, kali ini kamu nggak bisa mungkir lagi Bon. Ayo tanggung jawab,” langsung saja Andi bersuara, takut didahului Boni.
“Enak aja. Masak aku yang bertangungjawab, kamu kan juga terlibat,” balas Boni.
Kembali Vina dan Neni tertawa, kali ini lebih keras. Arif yang tadinya hanya tersenyum, kini ikut tertawa kecil hingga gigi-giginya yang putih terlihat. Duh kerennya, gumam Vina dalam hati.
Rabu, 16 Juni 2010
Pelurusan rambut (bonding)
Namun untuk anda yang memiliki rambut yang sangat keriting, anda dapat mencoba dengan meluruskan rambut (bonding). Hasil dari rambut bonding pun lebih kaku dibandingkan dengan hasil smoothing. Dan dari segi harga pun relatif lebih sedikit mahal. Namun juga tidak menutup kemungkinan untuk anda yang berambut keriting, tetapi ingin mencoba smoothing. Se mua dapat di sesuaikan dengan kebutuhan anda. Dan selanjutnya akan dibahas tentang cara meluruskan rambut. Meluruskan rambut dapat anda lakukan sendri dirumah.
Langkah ke 1 anda harus membeli obat pelurus.obat pelurus ada berbagai macam seperti : Goldwell,Duval,Makarizo,X-pert,dsb.Pemilihan obat pelurus dapat anda sesuaikan dengan keinginan anda.
Langkah ke 2, anda membilas rambut anda sampai benar-benar bersih.
Langkah ke 3 , rambut dikeringkan dengan menggunakan hairdryer(agar rambut tidak semakin rusak gunakan hairdryer dingin-sedang,jangan terlalu panas akan menyebabkan rambut kering dan bercabang dan untuk rambut yang keriting jangan dikeringkan sampai 100% tp biarkan agak basah sekitar 10%).
Langkah ke 4, Anda mencatok rambut anda (kalau tidak terbiasa mencatok rambut sendiri,minta bantuan pada saudara/teman anda).
Langkah ke 5, mulai lah dengan mengoleskan obat pelurus step 1 pada setiap helai rambut sampai merata (pada saat telah menaruh obat pelurus step 1, jangan menyisir rambut terlalu kencang karena akan membuat ujung rambut menjadi kurs) setelah selesai mengoleskan pada semua bagian rambut diamkan antra 30 menit- 1 jam (untuk rambut yang tidak terlalu keriting,diamkan selama 30 menit saja).
Langkah ke 6, bilas rambut hingga bersih dengan shampo dan mengunakan air hangat (jangan sampai obat step 1 masih tertinggal dirambut karena akan menyebabkan kerusakan pada rambut ketika akan menaruh obat pelurus step 2).
Langkah ke 7, keringkan rambut anda(seperti langkah ke 3).
Langkah ke 8, catok lagi rambut anda.
Langkah ke 9, oleskan obat step 2 pada setiap helai rambut (diamkan selama 30-45 menit). Langkah ke 10, bilas rambut anda dengan menggunakan air hangat hingga bersih.
Langkah ke 11, keringkan rambut anda dengan hairdryer (seperti langkah ke 3).
Langkah 12, catok rambut anda. Diamkan rambut anda selama 3-4 hari.
Setelah itu dapat dibilas seperti biasa.
Tentang Puasa
Contributed by Webmaster Cimbuak
Monday, 13 June 2005
JADUAL & MAKNA “PUASA SUNAH― 2005 SESUAI KALENDER MASEHI
1. PUASA PADA HARI SENIN DAN KAMIS
2. PUASA TIGA HARI SETIAP BULAN â€â€oe TANGGAL 13, 14, 15 KALENDER ISLAM
ÂÂ
- 25, 26 Januari 2005 / Dzulhijjah 1425 H
Tanggal 24 Januari 2005 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1425 H.
Hari tidak diperkenankan puasa.
- 22, 23, 24 Februari 2005 / Muharram 1426 H
- 23, 24, 25 Maret 2005 / Shafar 1426 H
- 22, 23, 24 April 2005 / Rabi'ul Awwal 1426 H
- 22, 23, 24 Mei 2005 / Rabi'ul Akhir 1426 H
- 20, 21, 22 Juni 2005 /Jumadil Awwal 1426 H
- 20, 21, 22 Juli 2005 /Jumadil Akhir 1426 H
- 18, 19, 20 Agustus 2005 / Rajab 1426 H
- 17, 18, 19 September 2005 /Sya'ban 1426 H
Puasa Ramadhan 1426 H - 5 Oktober - 2 November 2005
- 5, 16, 17 November 2005 / Syawwal 1426 H
- 15, 16, 17 Desember 2005 / Dzulqa'idah 1426 H
3. PUASA SEPERTIGA BULAN â€â€oe YAKNI DI BULAN DZULHIJJAH
Antara 12 Januari - 9 Februari 2005
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Tanggal 20 Januari 2005.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha â€â€oe 10 Dzulhijjah / 21 Januari 2005.
Hari tasyriq 11, 12, 13 Dzulhijjah / 22, 23, 24 Januari 2005.
4. PUASA BULAN MUHARRAM - 'ASYURA' SELAMA 3 HARI - 9, 10, 11
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura) 18, 19, 20 Februari 2005.
5. PUASA PADA SEBAGIAN BULAN SYA'BAN
Antara 5 September - 4 Oktober 2005.
6. PUASA PADA BULAN SYAWWAL - 6 HARI
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal antara 4 November - 2 Desember 2005.
7. PUASA DAUD â€â€oe BERPUASA SELANG SELING
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.
Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
-----------------------------
MAKNA PUASA SUNAH DALAM SETAHUN
Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkan kepada umatnya agar
melakukan puasa pada hari-hari tertentu yang Rasulullah SAW sendiri biasa melakukan puasa pada hari-hari tersebut
seperti dibawah ini.
1. ENAM HARI PADA BULAN SYAWAL
Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh jamaah ahli hadis kecuali Bukhari, Nasa'i dari Abu Ayyub al-
Anshari bahwa Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu mengiringinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakanakan
dia telah berpuasa selama satu tahun (sepanjang masa)."
Puasa tersebut menurut Imam Ahmad dapat dilakukan berturut-turut atau tidak berturut-turut dan tidak ada kelebihan
antara yang satu dengan yang lainnya.
Sedangkan menurut golongan Hanafi dan golongan Syafi'i, lebih utama melakukannya secara berturut-turut, yaitu
setelah hari raya.
2. PUASA TANGGAL 9 DZULHIJJAH (ARAFAH) BAGI SELAIN ORANG YANG
MELAKSANAKAN HAJI
Kesunnahan berpuasa pada tanggal tersebut didasarkan pada hadis-hadis :
a. Dari Abu Qatadah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua
tahun, yaitu satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang." (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).
b. Dari Hafshah ra, dia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw, yaitu puasa Asyura,
puasa sepertiga bulan (yakni bulan Dzul Hijjah), puasa tiga hari dari tiap bulan, dan shalat dua rakaat sebelum Subuh."
(HR Ahmad dan Nasa'i).
c. Dari Uqbah bin Amir ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Hari Arafah, hari Kurban dan hari-hari Tasyriq adalah hari
raya umat Islam dan hari-hari tersebut adalah hari-hari makan dan minum." HR Khamsah (lima imam hadis) kecuali Ibnu
Majah dan dinyatakan sahih oleh Tirmidzi.
d. Dari Ummu Fadhal, dia berkata, "Mereka merasa bimbang mengenai puasa Nabi saw di Arafah, lalu Nabi saw saya
kirimi susu. Kemudian Nabi saw meminumnya, sedang ketika itu beliau berkhotbah di depan umat manusia di Arafah."
(HR Bukhari dan Muslim).
3. PUASA BULAN MUHARROM DAN SANGAT DIANJURKAN PADA TANGGAL 9 DAN
10 (TASU'A DAN 'ASYURA)
Hal ini berdasarkan pada hadis-hadis :
a. Dari Abu Hurairah ra dia berkata, "Rasulullah saw ditanya, 'Shalat apa yang lebih utama setelah salat fardhu?' Nabi
menjawab, 'Shalat di tengah malam'. Mereka bertanya lagi, 'Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?'
Nabi menjawab, 'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan Muharrom'." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).
b. Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra, dia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Hari ini adalah hari 'Asyura
dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, maka siapa yang mau, silahkan puasa dan
siapa yang tidak mau, maka silahkan berbuka." (HR Bukhari dan Muslim).
Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
c. Dari Aisyah ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy di masa jahiliyah,
Rasulullah juga biasa mempuasakannya. Dan tatkala datang di Madinah, beliau berpuasa pada
hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda,
'Siapa yang ingin berpuasa, hendaklah ia berpuasa dan siapa yang ingin meninggalkannya, hendaklah ia berbuka'."
(Muttafaq alaihi).
d. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Nabi saw datang ke Madinah lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada
hari 'Asyura', maka Nabi bertanya, 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, hari 'Asyura' itu hari baik, hari Allah SWT
menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israel dari musuh mereka
sehingga Musa as berpuasa pada hari itu. Kemudian, Nabi saw bersabda, 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada
kamu', lalu Nabi saw berpuasa pada hari itu dan menganjurkan orang agar berpuasa pada hari itu." (Muttafaq alaihi).
e. Dari Abu Musa al-Asy'ari ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' itu diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikan
sebagai hari raya. Maka, Rasulullah saw bersabda,"Berpuasalah pada hari itu." (Muttafaq alaihi).
f. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Tatkala Rasulullah saw berpuasa pada hari 'Asyura' dan memerintahkan orang-orang
agar berpuasa pada hari itu, mereka berkata, "Ya Rasulullah, ia adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan
Nashrani," maka Nabi saw bersabda, "Jika datang tahun depan, insya Allah kami berpuasa pada hari kesembilan (dari
bulan Muharrom)."
Ibnu Abbas ra berkata, "Maka belum lagi datang tahun depan, Rasulullah saw sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Daud).
g. "Puasa 'Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu." (HR. Muslim).
Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura' itu ada tiga tingkat : tingkat pertama, berpuasa selama tiga hari yaitu
hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas. Tingkat kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. Tingkat
ketiga, berpuasa hanya pada hari kesepuluh saja.
4. BERPUASA PADA SEBAGIAN BESAR BULAN SYA'BAN
Hal ini berdasarkan hadis :
a. Dari Aisyah ra berkata, "Saya tidak melihat Rasulullah saw melakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali
pada bulan Ramadhan dan tidak satu bulan pun yang Nabi saw banyak melakukan puasa di dalamnya daripada bulan
Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim).
b. Dari Usamah bin Zaid ra berkata, Aku berkata, "Ya Rasulullah saw, tidak satu bulan yang Anda banyak melakukan
puasa daripada bulan Sya'ban !"
Nabi menjawab: "Bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan
itulah amal-amal manusia diangkat (dilaporkan) kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka, saya ingin amal saya dibawa naik
selagi saya dalam berpuasa." (HR Nasa'i dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Khuzaimah).
5. BERPUASA PADA HARI SENIN DAN KAMIS
Hal ini berdasarkan pada hadis Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, lalu
orang-orang bertanya kepadanya mengenai sebab puasa tersebut, lalu Nabi saw menjawab, "Sesungguhnya amalanamalan
itu dipersembahkan pada setiap Senin dan Kamis, maka Allah
berkenan mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan, maka Allah berfirman, "Tangguhkanlah
kedua orang (yang bermusuhan ) itu !"
(HR Ahmad dengan sanad yang sahih).
Dalam sahih Muslim diriwayatkan bahwa Nabi saw ditanya orang mengenai berpuasa pada hari Senin, maka beliau
Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
bersabda, "Itu hari kelahiranku dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku."
(HR Muslim).
6. BERPUASA TIGA HARI SETIAP BULAN
Dari Abu Dzarr al-Ghiffari ra berkata, "Kami diperintah Rasulullah saw untuk melakukan puasa tiga hari dari setiap bulan,
yaitu hari-hari terang bulan, yakni tanggal 13, 14 dan 15, sembari Rasul saw bersabda, 'Puasa tersebut seperti puasa
setahun (sepanjang masa)'."
(HR Nasa'i dan dishahihkan oleh Ibnu
Hibban).
Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya :
“Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan
itu. Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari.
Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.―
7. BERPUASA SELANG-SELING (SEPERTI PUASA DAUD)
Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah saw telah bersabda, "Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan
salat yang paling disukai Allah adalah salat Daud. Ia tidur seperdua (separoh) malam, bangun sepertiganya, lalu tidur
seperenamnya, dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari."
---------------------------------
Referensi :
Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-
Albani
Al-ISLAM - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau
http://www.cimbuak.net Powered by Joomla! Generated: 16 June, 2010, 10:34
Hari-Hari puasa Sunah
PUASA SUNAH
1. Puasa hari Senin dan Kamis
Amal perbuatan seorang hamba akan diaudit (diperiksa) setiap hari Senin dan Kamis.
Karena itu, alangkah mulianya seorang hamba jika ketika datang hari audit keadaannya tengah berpuasa. (HR. Tirmidzi)
2. Puasa 6 (enam) hari dalam bulan Syawal
Puasa ini dilaksanakan pada bulan Syawal setelah Ramadhan, yakni tanggal 2-29 Syawal (HR. Muslim).
Puasa ini dilaksanakan selama enam hari. Tak ada satu keterangan pun yang menjelaskan apakah puasa tersebut dikerjakan berturut-turut atau terpisah-pisah. Hal ini menunjukkan bahwa kita diberi kebebasan untuk menentukan sendiri (apakah mau berturut-turut atau terpisah-pisah), itu semua bergantung pada situasi dan kondisi per individu, yang penting harus dilakukan pada bulan Syawal.
3. Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa Tasu’a dan Asyura dilaksanakan tanggal 9 dan 10 bulan Muharam. Puasa ini termasuk berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Muharam. Puasa Asyura menghapus dosa tahun lalu. Sebelumnya Rasulullah SAW telah melaksanakan shaum pada tanggal 10 Muharam (asyura). Namun sebelum meninggal, beliau berniat melaksanakan shaum pada tanggal 9. Sabda Rasulullah SAW: Apabila tahun depan telah tiba, insya Allah kita berpuasa juga pada hari kesembilan. Walaupun beliau belu sempat melaksanakannya (HR. Muslim). Sunah semacam ini dikalangan ahli fikih dinamakan sunah hamiyah (cita-cita/rencana) Nabi SAW yang tidak sempat beliau laksanakan.
4. Puasa selang sehari/Shaum Daud
Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling disenangi Allah SWT ialah puasa Nabi Daud dan shalat yang paling dicintai Allah SWT adalah shalat Nabi Daud. Ia tidur separo malam, bangun untuk ibadah sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam. Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari. Dan inilah shaum yang paling tangguh karena menuntut stamina yang sangat prima. (HR Muslim, Sahih Musim bi Syarjhi al-Nawawi)
5. Puasa bulan Sya’ban
Rasulullah SAW: tidak pernah berpuasa sebanyak puasanya di bulan Sya’ban. Beliau pernah berpuasa sepenuhnya atau sebagian besar dari hari-harinya.Rasulullah SAW suka meningkatkan frekuensi shaum sunah pada bulan Sya’ban (HR. Bukhari dan Muslim).
Sya’ban adalah bulan kedelapan pada penanggalan tahun hijriah, sementara Ramadhan bulan kesembilan. Jadi Sya’ban posisinya sebelum Ramadhan.Maksudnya Rasulullah SAW shaum secara penuh selama satu bulan hanya di bulan Ramadhan. Sementara , bulan Sya’ban adalah bulan yang paling banyak diisi dengan shaum sunnah oleh Nabi SAW, seperti shaum senin-kamis, shaum daud, dll.
6. Puasa pada hari-hari putih/Shaum 3 hari setiap bulan
Yang dimaksud dengan hari-hari putih adalah hari yang siangnya memang terang dan malamnya pun terang bulan. Hari-hari putih itu adalah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.Shaum tiga hari setiap bulan seperti shaum sepanjang tahun (HR. Bukhari dan Muslim). Shaum ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 setiap bulan di tahun Hijriah (HR Tirmidzi).
7. Puasa Arafah
Shaum Arafah adalah shaum yang dilaksanakan pada sembilan Dzulhijjah. Disebut shaum arafah karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan kaum muslim yang tengah melakukan wukuf di Arafah (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Bagi orang yang tidak melaksanakan haji, disunahkan untuk shaum, sedangkan bagi yang tengah melaksanakan haji, dilarang shaum. Shaum arafah dapat menghapus dosa dua tahun yaitu setahun yang lalu dan yang tersisa (HR Muslim)
8. Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dihitung dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 9. Hari tanggal 9 Dzulhijjah itu disebut hari Arafah dan puasanya disebut puasa Arafah, karena jamaah haji pada hari itu sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Jadi pada bulan Dzulhijjah seseorang dapat puasa 9 hari, termasuk di dalamnya puasa tarwiyah dan puasa Arafah.
9. Puasanya orang bujangan yang belum mampu menikah
Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang tidak kuasa untuk menikah, hendaklah ia puasa karena puasa itu menjadi penjaga baginya.
PUASA YANG DILARANG
Shaum adalah ibadah mahdah. Artinya, seluruh pelaksanaannya telah diatur dalam AlQuran atau sunah, tidak dibenarkan kita menambahi atau menguranginya. Walaupun shaum itu ibadah yang mulia, tetapi kalau waktu dan cara pelaksanaannya tidak mengikuti ketentuan Allah dan Rosul, nilainya akan hampa. Karena itu, kita perlu mengetahui waktu-waktu yang terlarang untuk melaksanakannya:
1. Shaum pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha
Idul Fitri jatuh pada tanggal satu Syawal dan Idul Adha pada tanggal sepuluh Dzulhijjah. Jadi, haram shaum pada waktu-waktu tersebut (HR. Bukhari)
2. Shaum pada Hari Tasyriq
Hari Tasyrik adalah hari makan, minum dan menyebut (mengingat) Allah SWT . (HR. Muslim)Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (setelah Idul Adha).
3. Shaum Sepanjang Masa
Islam mengharamkan shaum tiap hari tanpa henti/jeda (HR. Bukhari), kecuali Ramadhan. Shaum yang disunahkan paling maksimal adalah shaum daud, yaitu shaum sehari dan berbuka sehari.
4. Shaum Khusus pada Hari Sabtu
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Sabtu (HR. Ahmad), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.
5. Shaum Khusus pada Hari Jum’at
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Jum’at (HR. Bukhari dan Muslim), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.
6. Shaum di Arafah
Orang yang sedang melaksanakan haji (wukuf di Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah) diharamkan melaksanakan shaum (HR. Abu Daud dan Nasa’i)
7. Wanita yang Haid dan Nifas
Jika sedang haid atau nifas, wanita diharamkan shaum dan sholat. (HR. Bukhari)
8. Shaum Wishal
Shaum wishal adalah shaum yang berkesinambungan tanpa berbuka walaupun waktunya sudah tiba. Saat azan maghrib dia tidak berbuka hingga keesokan harinya. Shaum macam ini diharamkan dalam Islam. (HR. Bukhari)
9. Shaum pada Hari yang Meragukan
Sebelum melaksanakan Ramadhan, kita harus mendapatkan kepastian apakah sudah masuk Ramadhan atau belum. Kalau belum ada kepastian, sebaiknya kita tidak shaum karena shaum pada hari yang meragukan itu terlarang. (HR. Tirmidzi)
10. Shaum Mendahului Ramadhan
Kalau hari pertama adalah besok, hari ini dan kemarin dilarang shaum. Namun, bagi orang-orang yang terbiasa melaksanakan shaum sunah, larangan ini tidak berlaku. (HR. Bukhari dan Muslim)
PUASA KIFARAT
Dalam syariat Islam ada empat puasa kifarat yaitu:
1. Puasa kifarat karena membunuh seorang muslim tanpa disengaja. Kesalahan tersebut mewajibkan pelaksanaan salah satu dari dua denda, yaitu diyat atau kifarat.
Kifarat untuk itu ada dua macam yaitu:
1. Memerdekan hamba beriman yang tidak ada cela pada dirinya yang menghambat kerja atau usaha
2. Puasa 2 (dua) bulan berturut-turut.
Ulama Syafi’iyah menambahkan bahwa jika seseorang karena tua atau sangat lemah tidak kuat berpuasa, maka ia dapat menggantikannya dengan member makanan untuk 60 orang miskin masing-masing 1 mud (+ 1 liter)
2. Puasa kifarat karena seorang suami melakukan zhihar. Karena ucapan zhihar itu suami tersebut bergaul dengan istrinya. Kemudian ia bermaksud menarik kembali ucapan zhiharnya itu karena keinginannya untuk bergaul seperti sebelum terjadinya zhihar.
1. Wajib membayar kifarat, ialah memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika ia tidak kuat berpuasa, maka ia terkena hokum wajib member makanan untuk orang-orang miskin sebanyak 60 orang masing-masing 1 mud.
3. Puasa kifarat karena seseorang bersumpah lantas dengan sengaja ia melanggar sumpahnya. Pelanggaran tersebut menyebabkannya terkena kifarat sumpah, yaitu:
1. Wajib memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
2. Wajib memberi makan/pakaian 1 orang miskin atau jika itupun ia tidak mampu,
3. Wajib berpuasa 3 hari
4. Puasa kifarat karena seorang yang sedang ihram membunuh binatang buruan, baik yang halal maupun yang haram. Kifaratnya adalah:
1. Menggantinya dengan hewan ternak yang seimbang dengan binatang buruan yg dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil dan disembelih sebagai hadya (kurban) di tanah haram serta dagingnya diberikan kepada fakir miskin, atau jika tidak mampu,
2. Memberi makanan kepada fakir miskin yang banyaknya sedemikian rupa sehingga seimbang dengan hadya (hewan pengganti) tersebut, atau
3. Berpuasa sejumlah hari yang seimbang dengan makanan yang seharusnya ia keluarkan (jumlah hari puasa itu adalah sebanyak mud yang diberikan kepada fakir dan miskin. Mud tersebut dibanding seimbangkan dengan hewan yang disembelih tadi).
Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat ia berbuka puasa, dan kegembiraan saat berjumpa Tuhannya.
Demi Dzat yang menguasai Jiwaku! Sesungguhnya bau orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah daripada wangi minyak misik (Hadits Qudsi)
Sumber:
1. Keistimewaan Ramadlan dan Tuntunan Shaum, Prof. KH. Masdar Helmy, Babussalam
2. Agenda Percikan Iman
Tentang Puasa Rajab
Ditulis oleh Dewan Asatidz
Bapak Ustad, saya mendapatkan informasi kalau puasa Rajab tanggal 1 akan menghapus dosa selama 3 tahun, tanggal 2 akan menghapus dosa 2 tahun, tanggal 3 akan menghapus dosa 1 tahun, tanggal 4 akan menghapus dosa selama 1 bulan, dan amal di bulan rajab akan diberi pahala 70 kali lipat. Tanya:
Bapak Ustad, saya mendapatkan informasi kalau puasa Rajab tanggal 1 akan menghapus dosa selama 3 tahun, tanggal 2 akan menghapus dosa 2 tahun, tanggal 3 akan menghapus dosa 1 tahun, tanggal 4 akan menghapus dosa selama 1 bulan, dan amal di bulan rajab akan diberi pahala 70 kali lipat.
Saya tidak tahu dasar hukumnya puasa Rajab dan kebenaran informasi tsb. Saya sudah mencoba mencari di buku Fiqh Islam karangan H. Sulaiman Rasjid dan buku Riadhus Shalihin karangan Ust. Al Hafidh. Mungkin karena keterbatasan pengetahuan saya sehingga tidak mengetahuinya.
Atas bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih.
Budi Fachrudin - Depok
Jawab:
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya)." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa'i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi saw, 'Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya'ban.' Rasul menjawab: 'Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.'"
Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Adapun hadis yang Anda sebut itu, kami juga tak menemukannya. Ada beberapa hadis lain yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini:
* "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
* Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
* "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
* Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
Hadis-hadis tersebut dha'if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.
Ibnu Hajar, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha'if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.
Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.
Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (spt yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Selasa, 15 Juni 2010
Cara MEndapatkan Ilmu Laduni

(1). Menghormati orang tua.
(2). Rajin sholat 5 waktu.
(3). Selalu Sholat subuh berjamaah di Mesjid.>>>!!
(4). Tiap selesai Sholat jangan lupa Hadiahi surah Al-Fatihah kpda Rasulullah, Keluarga beliau, para sahabat2 beliau, abah dan mama, kai-nini, padatuan, guru2 kita, keluarga2 kita, & teman2 serta jiran2 kita..!
(5). Suka berziarah kubur.
(6). sabar
(7). .......Allah lah yg menentukan selanjutnya....>>>>.
Kumpulan Puisi Balada
Ciliwung mengalir
Dan menyindir gedung-gedung kota Jakarta
Kerna tiada bagai kota yang papa itu
Ia tahu siapa bundanya.
Ciliwung bagai lidah terjulur
Ciliwung yang manis tunjukkan lenggoknya.
Dan Jakarta kecapaian
Dalam bisingnya yang tawar
Dalamnya berkeliaran wajah-wajah yang lapar
Hati yang berteriak karena sunyinya.
Maka segala sajak
Adalah terlahir karena nestapa
Kalau pun bukan
Adalah dari yang sia-sia
Ataupun ria yang karena papa.
Ciliwung bagai lidah terjulur
Ciliwung yang manis tunjukkan lengoknya.
Ia ada hati di kandungnya
Ia ada nyanyi di hidupnya,
Hoi, geleparnya anak manja!
Dan bulan bagai perempuan tua
Letih dan tak diinfahkan
Menyebut langkahnya atas kota.
Dan bila ia layangkan pandangnya ke Ciliwung
Kali yang manis membalas menatapnya!
Hoi! Hoi!
Ciliwung bagai lidah terjulur
Ciliwung yang manis tunjukkan lenggoknya.
Teman segala orang miskin
Timbunan rindu yang terperam
Bukan bunga tapi bunga.
Begitu kali bernyanyi meliuk-liuk
Dan Jakarta disinggung dengan pantatnya.
HIDUP
Khalil Gibran
KEHIDUPAN merupakan sebuah pulau di lautan kesepian, dan bagi pulau itu bukit karang yang timbul merupakan harapan, pohon merupakan impian, bunga merupakan keheningan perasaan, dan sungai merupakan damba kehausan.
Hidupmu, wahai, Saudara-saudaraku, laksana pulau yang terpisah dari pulau dan daerah lain. Entah berapa banyak kapal yang bertolak dari pantaimu menuju wilayah lain, entah berapa banyak armada yang berlabuh di pesisirmu, namun engkau tetap pulau yang sunyi, menderita karena pedihnya sepi dan dambaan terhadap kebahagiaan. Engkau tak dikenal oleh sesama insan, lagi pula terpencil dari keakraban dan perhatian.
Saudaraku, kulihat kau duduk di atas bukit emas serta menikmati kekayaanmu - bangga akan hartamu, dan yakin bahwa setiap genggam emas yang kaukumpulkan merupakan mata rantai yang menghubungkan hasrat dan pikiran orang lain dengan dirimu.
Di mata hatiku engkau tampak bagaikan panglima besar yang memimpin balatentara, hendak menggempur benteng musuh. Tetapi setelah kuamati lagi, yang tampak hanya hati hampa belaka, yang tertempel di balik kopor emasmu, bagaikan seekor burung
kehausan dalam sangkar emas dengan wadah air yang kosong.
Kulihat engkau, Saudaraku, duduk di atas singgasana agung; di sekelilingmu berdiri rakyatmu yang memuji-muji keagunganmu, menyanyikan lagu penghormatan bagi karyamu yang mengagumkan, memuji kebijaksanaanmu, memandangmu seakan-akan nabi yang mengejawantah, bahkan jiwa mereka melambungkan suka ria sampai ke langit-langit angkasa.
Dan ketika engkau memandang kawulamu, terlukislah pada wajahmu kebahagiaan, kekuasaan, dan kejayaan, seakan-akan engkau adalah nyawa bagi raga mereka.
Tetapi bila kupandang lagi, tampak engkau seorang diri dalam kesepian, berdiri di samping singgasanamu, menadahkan tangan ke segala arah, seakanakan memohon belas kasihan dan pertolongan dari hantu-hantu yang tak tampak - mengemis perlindungan, karena tersisih dari persahabatan dan kehangatan persaudaraan.
Kulihat dirimu, Saudaraku, yang sedang kasmaran pada wanita jelita, memasrahkan hatimu pada altar kecantikannya. Ketika kulihat ia memandangmu dengan kelembutan dan kasih keibuan, aku berkata dalam hati, "Terpujilah Cinta yang mampu mengisi kesepian pria ini dan mengakrabkan hatinya dengan hati manusia lain."
Namun, bila kuamati lagi, kentara dalam hatimu yang bersalut cinta terdapat hati lain yang kesunyian,
sia-sia meratap hendak menyatakan cintanya pada wanita; dan di balik jiwamu yang sarat cinta, terdapat j iwa lain yang hampa, bagaikan awan yang mengembara, sia-sia menjadi titik-titik air mata kekasihmu....
Hidupmu, wahai, Saudaraku, merupakan tempat tinggal sunyi yang terpisah dari wilayah perumahan orang lain, bagaikan ruang tengah rumah yang tertutup dari pandang mata tetangga. Seandainya rumahmu tersaput oleh kegelapan, sinar lampu tetanggamu tak dapat masuk meneranginya. Jika kosong dari persediaan pangan, isi gudang tetanggamu tak dapat mengisinya. Jika rumahmu berdiri di sehamparan gurun, engkau tak dapat memindahkannya ke halaman orang lain, yang telah diolah dan ditanami oleh tangan orang lain. Jika rumahmu berdiri di atas puncak gunung, engkau tak dapat memindahkannya ke lembah, karena lerengnya tak dapat ditempuh oleh kaki manusia.
Kehidupanmu, Saudaraku, diliputi oleh kesunyian, dan jika bukan karena kesepian dan kesunyian itu, engkau bukanlah engkau, dan aku bukanlah aku. Jika bukan karena kesepian dan kesunyian itu, aku akan percaya manakala mendengar suaramu sebagai suaraku, atau manakala aku memandang wajahmu, itulah wajahku sendiri yang tengah memandang cermin.
Kasih & Kehidupan
Halusnya jari-jari lentik memetik gitar di halaman belakang ketika anggrek bulan tengah mekar
Merdunya tembang penyanyi tua dalam lantunan kasih dan getar rindu suka cita di masa silam
Ya, Rabbana teduh jiwaku dalam syukur ketika kau turunkan rahmat di kehidupan yang bening dan tulus
Meski hatiku terus berkelana di liku bukit medan kembara langkahku tak sesat, atau terjatuh di ngarai tandus tak bersahabat karena di balik cakrawala kulihat mentari pagi berdendang melambai menabur kasih dan cahaya kehidupan
BALADA TANAH MERAH
Kenapa tanah disini merah?
Begitu aku bertanya ketika kami tiba dari Rusia..
Ayah tersenyum penuh rahasia
Inilah salju Jakarta
Tanah disini
Banyak mengandung besi
Berarti kuat dong, aku tertegun
Iya nak, kuat untuk dibangun
Lihatlah sekelilingmu
Dimana-mana generasi muda dan tua
Membawa map dan buku guna menuntut ilmu
Untuk membangun bersama
Indonesia,
repulik yang masih muda
tak peduli apakah pemuda rakyat atau hmi
yang penting kita bersama berdiri
diatas tanah merah ini.
Bahkan banyak yang rela untuk pergi
Ke luarnegeri, demi belajar serta
Rasa hormat dunia untuk pertiwi
Anakku, jangan kau lupa
Tanah airmu itu kaya
Harta karun tak terhingga
Terkandung di dalam perutnya
Dan hanya dengan ilmu
Kami simpan untuk generasimu
Demikian aku mulai hidup
Di atas tanah merah jakarta
Mencari diri dan membentuk
Seperti pemuda dimana-mana
Menempa besi menjadi baja.
Tetapi aku masih terlalu kecil
Ketika tiba-tiba terjadi
Peristiwa yang aku belum mengerti
Di suatu hari yang cerah
masih nampak biru
Warna langit pagi
Tanah menjadi lebih merah
Karena terkuak gerigi
Roda tank- tank yang menderu
Dan tanpa disangka
Kampungku Gang Rambutan
Di pinggir jalan pasar Minggu
Masuk kedalam neraka
Kakiku masih melangkah
Tak sadar ke arah sekolah..
Tetapi di kiri kanan jalanan
Oh Tuhan..
Kenapa ini boleh terjadi
Seperti mimpi yang ngeri..
Mengapa Engkau pergi
Meninggalkan tempat ini?
Sementara itu terlihat
Dari segala penjuru
Bergerombol banyak pemuda
Berbaju pencak silat
Dengan menabuh gendang
Dan berteriak Allahu Akbar!
Seketika itu suasana keruh
Rumah penduduk setempat diserbu
Gendang masih terdengar ditabuh
Kali ini tercampur teriakan pilu!
Wanita dan pria diseret keluar
Ditendang,digebuk,rambut terurai dicambuk
Rumah-rumah sudah siap dibakar
Sambil berteriak Allahu Akbar..!
Aku seperti terpaku berdiri
Tak tahu harus terus atau kembali
Tiba tiba seorang ibu berlari padaku
Tiarap! Tiarap neng, jangan tegak begitu!
Ia tutupi aku dengan selendang
Selendang yang panjang dan agak usang..
Tak tahu berapa lama kami bongkok sembunyi
Aku sempat melihat satuan PM datang
Mencoba mengembalikan ketertiban
Dari jauh terdengar tangisan bayi
Mungkin tanpa ibu, ditinggal sendiri..
Suasana jadi sangat sunyi
Dari jauh terdengar azan menyanyi
Seakan tak ada suatu terjadi
Begitu damai membelai di hati
Aku beranikan diri keluar dan lari
Lari dan lari tanpa nengok ke belakang
Kanan kiri sepanjang jalan
Nampak hanya reruntuhan
Didepan rumah orang-orang berkerumun
Hatiku terasa pilu bergetar
Dari mereka aku mendengar
Penggerebekan di sekitar kampung
Masih terus berlangsung
Penangkapan mulai terjadi
Aku nangis didada ibu
Pucat dengan rambut kusut
Airmata panas mengalir menyengat pipi
Mengapa Malam Kristal terjadi disini?
Rumah kami pula hancur
Buku campur alat dapur
Porakporanda dihalaman
Kapuk putih bagaikan salju
Bertebangan dari kuakan kasur
Orang tuaku hari itu dijemput
Bisu, gelapnya malam bagai selimut
Berhenti dua truk,seperti bayangan
Sosok-sosok bertopi baja mengepung halaman
Ibunda masih sempat berbisik mesra
Kuatlah anakku Dinusjka
Ini hanya sementara
Pasti kami pergi tak lama
Kita tak salah, kebenaran ada dipihak kita!
Tersedu susah melepas pelukan
Aku dan kakak ditinggal ditengah malam
Didepan rumah yang sudah hancur
Dengan hanya berbekal: harapan
Satu hal lagi pesan ibu
Jangan mudah membuka pintu
Kalau ada kenalan kami datang
Lebih baik kalian diam
Kini berkuasa jaman edan
Teman sendiri menjadi lawan
Dan diluar betul kata ibu
Suasana semakin tidak tentu
Tank-tank berdiri ditiap sudut jalan
Patroli PM kontrol terus jam malam
Di siang hari tank-tank menderu berang
Truk-truk penuh tentara bertopi baja
Senapan-senapan terhunus mengancam
Sambil bergelak ketawa seram
Menembak keatas, anjing dan ayam
Seolah-olah ini tanah
Masih kurang berwarna merah
Sehingga perlu ditambah
dengan
Lebih banyak tumpahan darah
Tak terasa empat bulan berlalu
Kami tetap di rumah mencoba survive
Dan tetap menunggu
Mengharap saat kembalinya ayah ibu
Tetangga banyak membantu
Kami ditampung beberapa waktu
Tukang sayur selalu datang
Dengan gratis memberi sayuran
Dan aku selalu menyesal
Aduh Bang belum ada uang..
Ngga apa Neng, gampang, bayar kapan-kapan..
Tetapi pada suatu hari
Pintu degedor bertubi-tubi
Rumah ini telah disita, kamu harus keluar segera!
Jangan coba membawa barang suatu apa,
Ini semua telah milik negara!
Begitu cetus ia menghardik
Seorang kapten bernama Basuki
Terasa matanya ciut membidik
Badanku yang belum mulai puber
Ia komando pada mereka
Yang bersesak penuh dalam truk tentara
Semua pemuda berbaju hitam
Ini masih kecil kok, nggak perlu dihantam!
Awasi saja jangan mereka bawa barang
dan jaga ketat pintu belakang!
Dan kalian, anak-anak orang PKI
Jangan kira terlepas dari kami
Komunisme, seperti syphilis
Sampai tujuh turunan harus dibasmi!
Aku terduduk lemas, harus kemanakah kami?
Sedangkan sanak famili dengan panik lari
Menjauh, tak berani, meskipun aku bisa mengerti
Tiba-tiba kami jadi paria, anak-anak penjahat
Jari telunjuk menunjuk, menusuk
Jauhi mereka, jangan dekat
Mereka telah dikutuk Tuhan!
Gara-gara ikut Komunis, ilmu setan!
Jaman memang berubah, tidak seperti dulu
Moral berjungkir balik dalam sekejap mata
Apa yang dulu baik, kini menjadi tercela
Mode ‘orang kaya baru’
merajalela
Muncul di mana-mana tante bergaya girang
Bibir bergincu merah dan berbadan sintal
Memakai celana jengki, rambut disasak tinggi
Jalan melenggang dengan bedinde belanja di pasar pagi
Om-om senang menyelusur jalanan dengan jip kantor
pada waktu kantor, ini memang moral koruptor
Matanya buas mencari mangsa
Gadis-gadis yang belum dewasa
Isteri tentara,kopral dan sersan
Mendadak kaya,bergaya nyonya besar
Isteri jendral dan overste berlomba-lomba
Membeli titel aristokrat
berdarah biru, seakan malu,
Kalau merah berarti merakyat
Tanah merah aku tetap teringat
Tanah Jakarta yang semakin padat
Makin sedikit buatnya untuk merasa bebas
Semakin sedikit ia bisa bernafas
Sampai kini kubertanya setiap hari
Mengapa tanah merah yang aku ingat
Tidak buat manusia menjadi kuat?
Kuat untuk terus semangat, mencari jatidiri
Dan tidak saling membenci dan khianat?
Balada Perompak Mando
Bulan purnama memantul pasi
di ombak pelan tenang bergoyang
Gerimis turun malam ini
memecah bayang yang mengambang
Mando angkat tangan kanan
empat anak buah kenakan topeng
Mando si kepala rompak mimpin kawanan
teguk minuman tepuk pipinya bopeng
Mesin perahu tengah malam meraung
laut tersibak geram, bukan senandung
pekik Mando menuju mendung
memantul jadi gaung
Kawanan rompak menyulut obor
empat lidah api menggeliat, bagai gincu menor
Dan sebotol besar minyak di tangan kiri
menanti, menanti perahu rompak henti
Babah Mehong terjaga ngeri
Pelacurnya terjengkang keluar ranjang
meringis, ikut berlari
Babah Mehong dan tiga awak kapal mengerang
Di geladak mereka saling pandang
Babah Mehong lututnya nyaris copot
kolornya melorot, juga nyalinya:
“Melawan perompak adalah percuma.
Menghindar bisa jadi sate
menurut artinya kere!”
Sahut si pelacur: “Berikan separuhnya, segera!
Jangan tunggu mereka lompat padaku!”
Dan Mando telah kenakan topeng
mencabut dua pedang. Bagai lonceng
suara bilah dan bilah saling tempa
tandanya perahu rompak mendekat
dan kawanan selincah tupai siap meloncat
Si pelacur beringsut, gemetar menuju kamar
meringkuk di kolong ranjang
merapal doa yang lama ia lupakan
Di geladak tiada doa, harap belaka
Babah Mehong dan tiga cecunguk bengong
Keempatnya melutut, dirajam takut
Tak seperti gerimis langit mencurah tipis
Mata Babah Mehong tebal menangis
Didengarnya suara kepala rompak menggelegak:
“Kau tahu apa yang diminta rompak?
Coba tebak apa dalam sebalik kain terpalmu!”
Dan perompak gendut dan perompak jangkung
membuka kain terpal tudung
Amboi! Ratusan kayu gelondong
hutan-hutan tlah jadi jerangkong!
O, Babah Mehong sepotong siput
tanpa cangkang pastilah kalut!
Dibantai gentar ia berkata:
“Bukankah sesama maling tak boleh mangsa?”
Mando menyebar seringai, siapkan tikai
“Oho! Kami bukan maling.
Malahan kami musuh para maling;
tikus-tikus pengecut mengerat jaring!”
Gemetar Babah Mehong dan awak kapal
Jawabnya: “Baik kalian ambil separuh kayu
dan biarkan kami segera laju.”
Kawanan rompak terbahak
Perompak gendut meludahkan dahak
“Dapatkah kujual lagi padamu kayu-kayu itu?”
Babah Mehong wajahnya mohon:
“Aku hanya pencuri kayu.
Maka ambillah kayuku.”
Mando sarungkan lagi pedang-pedang
tapi matanya merentang tegang
“Perompak tak merampas barang curian.
Tapi membakar kayu-kayu dalam kapalmu
kini jadi mauku.”
Wahai, Babah Mehong! Wahai, tikus ompong!
Di mana hendak kausembunyikan lolong
padahal laut tiada gorong-gorong!
Dan obor-obor teracung
Dan botol-botol minyak melambung
Maka berkobar api di tengah laut
menjadi lawan bagi mendung
menjadi sebab Babah Mehong nyaris semaput
Dari balik celah jendela kamar
pelacur melihat kawanan rompak kabur
bersama pekik sangar dalam samar
tinggalkan kapal yang bakal hancur
“Aku tahu mereka! Aku tahu mereka!”
jerit pelacur, berdiri, lalu berkelebat
menemu Babah Mehong yang digotong
awak kapal tak mau terlambat
Mereka mencebur ke laut
berbekal segelondong kayu tempat berpaut
Sambil meratap memeluk gelondong kayu
saksikan api membumbung, asap berkawan
pada mendung pada malam, yang kuyu.
“Fajar masih jauh. Derita semalaman!”
Pelacur menangis
oleh sebab tak tahu persis
arahnya nasib. Arahnya bakal menuju maut
lesap dari dunia; betapa carut marut
adalah nikmat milik ular penuh desis
Akal Babah Mehong masih koyak
tapi dendam mulai berderak
“Di sinilah kayu-kayuku mesti dijemput
dan segepok uang menyambut.”
Mendung makin tebal
kobar api tak lagi binal
bau asap bau laut
Babah Mehong lebarkan mulut
tertawa bagai raja:
“Tak sampai fajar derita terasa
kecuali Koman khianati kita!”
Pelacur mendengar suara mesin perahu
menderu cepat, masih sayup
Dan ia kan segera bagai kuncup
harap dan dendam jadi bongkah batu
“Siapa Koman?”
Perahu motor mutari Babah Mehong
Seorang lelaki berdiri di ujung perahu
bukan keris dan tombak dalam genggaman
Dialah Koman. Lelaki pegang senapan
Babah Mehong tak dapat uang
Koman menyimpan berang
dan Pelacur ngomong tanpa luang:
“Lima orang. Aku yakin mereka.
Minum di kedai tempat lacuran.
Yang mimpin pipinya bopeng
yang jangkung lehernya berkoreng
yang gendut suaranya cempreng.”
Sambil natap liuk api kapal bantaian
yang tenggelam pelan
Koman penuhkan kepal tangan
ada nyawa dalam genggaman!
“Tahukah kau di mana kutemukan mereka?”
Kawanan rompak melaju pulang
tuju seberang, pada tepi hutan rimba
Tak ada siapa di sana
cuma gubug kayu rapuh
lumut dan lintah jadi sepuh
Dari sana perompak berkuda seusai subuh
benar-benar pulang pada rumah
tapi kini fajar tak mudah ditempuh
Laut resah. Badai kambuh
Mendung kian tebal menyandera
Bulan mandul sinar meski tlah purnama
Bintang ikut khianat pula
“Kemana larinya orang macam kita?”
Kecuali Mando, mereka belalakkan mata
Tapi Mando bukan anak kecil
hati dan pikir tak mudah kecut
keberanian tak gampang surut dan kerdil
meski laut dan kesempatan tampak menciut
“Kita tahu laut tak ada batas.”
Teriak serak Mando serupa pecahan gelas
Perompak gendut menyahut cepat:
“Tapi laut tahu kita khianat
sedang kita tak tahu seberapa berat
laut telah melaknat!”
O, Mando yang perkasa!
Iblis mana bertengger dalam dada?
“Jika memang benar katamu
kenapa tak dari semula laut beri tahu?
Jika memang kita tak boleh menjamah laut
betapa debur ombak ini kumpulan pengecut!”
Mando tantang gelegak ombak
perahu motor dan badai saling tabrak
Dan Mando tahu bakalan menang
Semburat merah menyembul
di atas ukiran selaput mendung
pada horison pagi
Hiu, bocahnya Mando, nunggui bapaknya
masih berkuda dan lantas meloncat
begitu rupa. Begitu terpana.
“Oleh sebab apa kamu tegun di pantai?”
Ke ufuk timur telunjuk menuding
Dengan bapaknya Hiu ingin berunding:
“Dapatkah kulihat pagi dari lautan?
Dapatkah kusimak pantaiku
di tengah desah ombak kecipak sampan?”
Dan Perahu sampan menjauh
Hiu memutar kepala, berkata:
“Aku tak ingin cepat berlabuh
Betapa indah pagi. Merahnya tembaga.
Andaikan ibu tak cepat mati, Bapak.”
Selarik rindu merongrong dada
Adalah kelabu yang tebal
Kata Mando: “Kini tlah kaukenal
desah ombak, kecipak sampan
dan warna pantaimu dari kejauhan.”
Tapi Hiu belum lelah
“Betapa indah bapak, betapa indah.
Jangan dulu memutar arah!”
Gelak tawa dalam warung
O, malam dingin!
O, malam buih pantai!
Leleh busa bir ‘kan segera usai.
Koman datang seorang saja
“Kalian perompak jangan mengelak!”
Bukan. Bukan gertak belaka
Senjata siap dipicu
Ia tak mungkin keliru
ke arah mana peluru memburu
Perompak gendut maju. Lalu tersungkur
Yang lainnya mundur siap kabur
Tapi Mando bukan pengecut
Mendepak meja warung ia bangkit
Seorang kawan tak boleh sakit
di depannya. Apalagi mati.
O, para rompak dan pencoleng
Lihatlah Mando serupa celeng
songsong Koman tanpa tedeng!
Bulan memukul mendung
tapi langit tetap legam
Lelaki bopeng keluar warung
mendedah kelam berteriak geram:
“Koman! Koman! Koman!
terjangkan pelurumu ke dadaku!”
Maka malam menderas genting
bukan sebab dawai berdenting
tapi timah berdesing
“Koman! Koman! Koman!
terjangkan pelurumu ke dadaku!”
Maka malam berkeriap kering
bukan sebab alunan suling
tapi pekik lolong melengking
“Wahai, Perompak! Penjara menolakmu
nerakalah kemana dirimu menuju!”
Koman menatap larian bocah
yang tersedu dan bersimpuh
dan menutup pancar darah
pada dada milik sang bapak.
“Bukannya kamu membunuh perompak.
Kamu membunuh seorang bapak!”
Suara Hiu pelan datar
tapi alam turut bergetar
O, Koman! Tunggulah saja sebentar
hingga saat Hiu tak ada gentar!
Balada Terbunuhnya Atmo Karpo
Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya
di pucuk-pucuk para
mengepit kuat-kuat lutut penungang perampok
yang diburu
surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang
Segenap warga desa mengepung hutan tu
dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri.
Satu demi satu yang maju tersadap darahnya
penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka
- Nyawamu baran pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa
Majulah Joko Pandan! Di mana ia?
Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa
Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
Atmo Karpo masih tegak, luka tujuh liang
- Joko Pandan! Di mana ia?
Hanya padanya seorang kukandung dosa.
Bedah perutnya tapi masih setan ia!
menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala
- Joko Pandan! Di mana ia?
Hanya padanya seorang kukandung dosa.
Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
segala menyibak bagi derapnya kuda hitam
ridla dada bagi derunya dendam yang tiba
Pada langkah pertama keduanya sama baja
Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka
Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
pesta bulan, sorak-sorai, anggur darah.
Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
Ia telah membunuh bapanya.
Kami Bukan Rakyat Biasa
karena rakyat sudah mampus
sejak lama
kami cuma jelata
yang terhisap dan tertipu
topeng seribu wajah
mulut bisa, nafasnya fitnah
kami digiring berkeliling
kami tajamkan cakar dan taring
demi kursi dan panji-panjimu terhormat
lalu kami dibiarkan melarat
berebut nasi dan garam tinggal sekerat
Kami bukan rakyat
karena rakyat sudah mampus
sejak lama
kami cuma ondel-ondel pengisi pawai
diarak jadi tontonan pemikat
tertawa
kemudian menangis
kelelahan dan terabaikan
Kami bukan rakyat
karena rakyat sudah mampus
sejak lama
kami cuma botol-botol bowling
yang dipasang untuk dirobohkan kembali
Kami bukan rakyat
karena rakyat sudah mampus
sejak lama
kami cuma sebuah kata hampa
yang dikutip tanpa punya daulat
Kami bukan rakyat
sejak pejabat jadi penjahat!
Sajak Bagaimana
Bagaimana negri ini bisa kaya
Jika korupsi jadi menu utama
Bagaimana negri ini bisa adil merata
Jika hasil bumi menguap entah ke mana
Bagaimana negri ini bisa bermartabat
Jika kebenaran tak mendapat tempat
Bagaimana negri ini bisa selamat
Jika di antara kita ada yang khianat
Bagaimana negri ini bisa makmur
Jika makin banyak orang yang menganggur
Bagaimana negri ini bisa tidak hancur
Jika pimpinan dan yang dipimpin tak pernah akur
Bagaimana negri ini bisa berdikari
Jika kita menghina produk dalam negeri
Bagaimana negri ini bisa dihormati
Jika kita jadi babu di rumah sendiri
Bagaimana negri ini bisa hijau
Jika hutan-hutan menggeliat risau
Bagaimana negri ini bisa tidak kacau
Jika si miskin hatinya galau
Bagaimana negri ini bisa amanah
Jika tiap hari terdengar fitnah
Bagaimana negri ini bisa tidak susah
Jika perlu uang banyak untuk sekolah
Bagaimana negri ini bisa jadi suluh
Jika setiap dari kita suka mengeluh
Bagaimana negri ini bisa utuh
Jika warganya saling menuduh
Bagaimana negri ini bisa bersatu
Jika beda pendapat dianggap keliru
Bagaimana negri ini bisa maju
Jika masyarakatnya alergi buku
Bagaimana negri ini bisa tidak kotor
Jika selingkuh sudah masuk kantor
Bagaimana negri ini bisa tersohor
Jika beras saja kita mesti impor
Bagaimana negri ini bisa besar
Jika suara rakyat tak pernah didengar
Bagaimana negri ini bisa benar
Jika suami-isteri saling mencakar
Bagaimana negri ini bisa jadi negri terdepan
Jika sejarah cuma jadi hafalan
Bagaimana negri ini bisa jadi negri panutan
Jika kejujuran sering diabaikan
Bagaimana negri ini bisa damai
Jika saudara sebangsa saling bantai
Bagaimana negri ini bisa henti berderai
Jika anarki telah jadi mata rantai
Bagaimana negri ini bisa berkelas
Jika muda-mudinya dibiarkan malas
Bagaimana negri ini bisa cerdas
Jika kritik sosial selalu ditumpas
Bicara tentang Indonesia
seperti bicara dalam cerobong asap
meski gelap dan pengap, toh kita musti tetap berharap!
Balada Ibu yang Dibunuh
Ibu musang dilindung pohon tua meliang
bayinya dua ditinggal mati lakinya.
Bulan sabit terkait malam memberita datangnya
waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.
Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan
harian atas nyawa.
Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.
Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
oleh lengkin pekik yang lebih menggigilkan
pucuk-pucuk daun
tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.
Tiada pulang ia yang meski rampas rejeki hariannya
ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur
pula dedaun tua.
Tiada tahu akan merataplah kolik meratap juga
dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin
Tenggara.
Lalu satu ketika di pohon tua meliang
matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.
Dan jalannya semua peristiwa
tanpa dukungan satu dosa. Tanpa.
Balada Anak Jalanan 1
Ibu…aku mau netek…
Aku benar2 capek…
Hari ini aku cuman dapat gopek…
Kubelikan ibu sebungkus lotek…
Ibu…jangan ibu menangis…
Bukankah ini hari Kemis…
Biasanya ibu pergi dengan Pak Kumis…
Pulang2 bau amis…
Ibu…lebih baik kita bunuh diri….
Supaya mulai besok pagi…
Tak perlu aku meminta minta lagi…
Dan Ibu tak perlu melacur lagi…
Semangka
Anda tentu sudah mengenal buah semangka, bukan? Buah berukuran besar dengan bentuk bulat, berkulit hijau, dan daging buahnya yang manis berwarna merah atau kuning. Buah ini banyak sekali mengandung air, sehingga buah ini terasa sangat segar apabila dimakan saat musim panas.
Selain bisa dimakan langsung, buah semangka ternyata nikmat juga bila dibuat minuman jus. Anda tidak hanya mendapat kesegaran, tapi juga memperoleh segudang manfaat jus semangka yang mungkin Anda sendiri belum pernah mengetahuinya.
Kandungan Jus Semangka
Jus semangka yang kita konsumsi kaya akan likopen, zat warna/pigmen yang sering kita jumpai pada buah seperti semangka atau tomat. Vitamin yang bisa kita temui di dalam jus semangka juga memiliki kadar yang cukup tinggi, seperti vitamin A, B, dan C. Tak hanya itu, jus semangka juga tinggi kalium, karbohidrat, protein, serat, dan beberapa zat penting lain seperti sitrulin, arginin, dll.
Manfaat Jus Semangka
Ada banyak sekali manfaat jus semangka yang bisa Anda dapat bila Anda rutin meminumnya.
- Bila jus semangka kaya akan vitamin A, sudah tentu bila Anda mengkonsumsinya secara teratur, kesehatan mata Anda akan terjaga tanpa harus mengalami gangguan.
- Vitamin C yang ada pada jus semangka juga bermanfaat untuk menjaga daya tahan atau kekebalan tubuh agar Anda tidak mudah sakit.
- Bila Anda sedang melakukan diet, Anda bisa merasakan manfaat jus semangka yang lain, yaitu membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Jus semangka akan mudah mengenyangkan perut Anda. Apalagi jus semangka adalah minuman rendah kalori karena memiliki kadar gula yang sedikit.
- Jus semangka kaya akan kalium, zat yang bisa menjaga keseimbangan tekanan darah. Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa mencoba merasakan manfaat jus semangka yang satu ini
- Jus semangka kaya akan likopen yang merupakan zat antioksidan yang sangat ampuh untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit, misalnya seperti kanker prostat atau kanker usus besar. Para wanita sangat dianjurkan untuk meminum jus semangka sebagai pencegah kanker mulut rahim.
- Jus semangka diklaim mampu meningkatkan vitalitas kaum pria sekaligus meningkatkan kualitas sperma. Bahkan, bagi pria yang divonis tidak subur pun, bisa mencoba manfaat jus semangka yang satu ini. Bila diminum secara rutin dan teratur, ada kemungkinan untuk kembali subur dengan kualitas sperma yang baik.
- Manfaat jus semangka yang lain adalah untuk membantu memperlancar proses pencernaan dalam perut, karena minuman ini kaya akan serat yang sangat berguna untuk mencegah resiko susah buang air besar.
- Ada yang mengatakan bahwa mengkonsumsi jus semangka akan membuat kita ingin buang air kecil terus. Ini benar, tapi tentu ini bukan hal yang merugikan, karena dengan mengkonsumsi jus semangka, Anda malah akan terhindar dari penyakit batu ginjal.
- Jus semangka juga bermanfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan lain seperti demam, sariawan, atau diare. Jus semangka juga disinyalir mampu meningkatkan kinerja jantung agar tubuh tetap sehat.
Itu adalah sederet manfaat jus semangka yang mungkin belum Anda ketahui. Banyak yang mengira bahwa jus semangka hanya bagus bagi para pelaku diet rendah kalori, padahal minuman ini pun juga sangat dianjurkan bagi Anda yang tidak melakukan diet. Jadi, sangat mudah sekali untuk hidup sehat, bukan? Anda tinggal meminum jus semangka secara rutin, tubuh pun akan terhindar penyakit.